Ultimatum

Bapak dan ibu memiliki hobi yang sama. Yaitu berkebun. Halaman depan dan belakang rumah ditanami banyak tanaman sayur dan buah.
.
Beda keduanya saat berkebun adalah bila bapak seusai menanam sebuah tanaman, maka merawatnya dengan rajin menyiram. Sedangkan ibu, selain disiram, tanaman juga akan di rawat dengan cara menyiangi secara rutin, memberi pupuk.
.
Perbedaan cara merawat ini, tak jarang memicu 'keributan'. 😀. Jadi gak cuma di sekolah saja aku mendengar anak - anak meributkan sesuatu. Di rumah pun hal yang sama juga sering terjadi.. 😂.
.
Agar tak berkepanjangan, aku mengusulkan sebuah jalan tengah. Ibu yang menanam dan merawat. Sementara bapak yang menyirami tanaman dan menatanya di tempat yang disepakati bersama. 😁. Sepertinya ide ini bisa diterima. Terbukti tingkat 'keributan' mulai menurun. 😂.
.
Dan ternyata, 'keributan' tidak hanya sebatas soal tanam menanam. Tapi tentang pohon yang tak kunjung berbuah pun bisa jadi 'topik keributan'.

Satu kali, pohon mangga yang ada di belakang rumah, berhenti berbuah. Ibu sudah mulai 'meributkan' hal yang tak biasa ini. Hingga mbak mendapatkan saran dari seorang teman, agar 'melukai' bagian batang pohon agar sampai ke bagian dalamnya. Dan benar! Mangganya berbuah lagi. 

Di waktu lain, giliran pohon durian yang hanya berbunga saja. Tapi tak pernah jadi buah. Sebuah saran diterima ibu dari sepupuku. Pohonnya di kasih 'ultimatum'. Kalau gak juga berbuah, ntar bakalan ditebang. 😂.

Saran ini belum jadi dilaksanakan, karena aku mendapat masukan lain dari ibu guru. Menyirami pohon dengan air yang sudah dicampur penyedap masakan, a**n**o**. Daaaaannn... ternyata bunganya sudah mulai berubah menjadi buah!! Walau masih kecil banget, sih. Tapi setidaknya sudah mulai belajar berbuah.

Untung saja pohonnya gak jadi di 'ultimatum'. Kebayangkan kalau pohon duriannya ngambek, batal deh panen buah durian. 😂.





(Posting : ig)

Komentar

Postingan Populer