Sinetron
Pagi ini, seperti juga di setiap pagi di hari Jum'at.
Ibu guru membagikan bintang untuk anak - anak yang bisa mengikuti latihan sholat dengan baik. Tentu saja 'baik' yang disesuaikan dengan karegori kelompok usia masing - masing.
Bintangnya adalah bintang yang sederhana saja. Terbuat dari kertas warna - warni yang di bentuk bintang segilima. Namun, menjadi istimewa ketika mereka berhasil mengumpulkan banyak bintang dalam satu bulan.
Karena ibu guru akan memberi hadiah untuk anak yang paling banyak mendapatkan bintang. Itu sebabnya, bintang di hari Jum'at selalu dinantikan oleh anak - anak. .
Seperti juga pagi ini, ketika ibu guru mengumumkan para peraih bintang. Ada 3 bintang yang diberikan kali ini. 2 bintang sudah diberikan pada Hana dan Arra. Tinggal 1 bintang lagi.
"Aku gak papa kalau gak dapat bintang," ujar Khalisa tiba - tiba. Ada nada menghibur diri sendiri.
. "Aku gak sedih," tambahnya.
Tampaknya dia sudah pasrah. Yakin tak akan mendapatkan bintang kali ini.
"Bintang selanjutnya ibu berikan pada.....," ibu guru sengaja menggantung kalimatnya. Agar ada rasa penasaran yang tercipta. Deg - degan layaknya pengumuman sebuah kemenangan. "Pada....... Khalisa!" Lanjut ibu guru.
Khalisa tampak tak percaya dengan pendengarannya. Segera diambil bintang di tangan ibu guru. Dan berlari menghampiri ibu guru lainnya. Memeluk erat lama sekali. Tampaknya ada rasa mengharu biru.
Ibu guru membagikan bintang untuk anak - anak yang bisa mengikuti latihan sholat dengan baik. Tentu saja 'baik' yang disesuaikan dengan karegori kelompok usia masing - masing.
Bintangnya adalah bintang yang sederhana saja. Terbuat dari kertas warna - warni yang di bentuk bintang segilima. Namun, menjadi istimewa ketika mereka berhasil mengumpulkan banyak bintang dalam satu bulan.
Karena ibu guru akan memberi hadiah untuk anak yang paling banyak mendapatkan bintang. Itu sebabnya, bintang di hari Jum'at selalu dinantikan oleh anak - anak. .
Seperti juga pagi ini, ketika ibu guru mengumumkan para peraih bintang. Ada 3 bintang yang diberikan kali ini. 2 bintang sudah diberikan pada Hana dan Arra. Tinggal 1 bintang lagi.
"Aku gak papa kalau gak dapat bintang," ujar Khalisa tiba - tiba. Ada nada menghibur diri sendiri.
Tampaknya dia sudah pasrah. Yakin tak akan mendapatkan bintang kali ini.
"Bintang selanjutnya ibu berikan pada.....," ibu guru sengaja menggantung kalimatnya. Agar ada rasa penasaran yang tercipta. Deg - degan layaknya pengumuman sebuah kemenangan. "Pada....... Khalisa!" Lanjut ibu guru.
Khalisa tampak tak percaya dengan pendengarannya. Segera diambil bintang di tangan ibu guru. Dan berlari menghampiri ibu guru lainnya. Memeluk erat lama sekali. Tampaknya ada rasa mengharu biru.
Hingga beberapa saat kemudian, ketika pelukan itu dilepaskan, Khalisa mengungkapkan perasaannya dengan ceria, "Aku seneng banget."
Tahukah? Diantara semua murid yang ada, Khalisa lah yang paling pandai mengekpresikan dan mengungkapkan perasaannya. Yang tak jarang ibu guru berpendapat, 'sinetron banget'.
(Posting : ig)
Komentar