Runtuh
Memanfaatkan halaman depan dan belakang rumah, bapak - ibu menanam
banyak tanaman sayur dan buah. Dari mulai cabe, tomat, sawi, terong
sampai mangga, rambutan bahkan durian..
Bibit tanaman sayuran biasanya dibeli bapak di pasar dekat rumah. Sedangkan untuk bibit tanaman buah, ada yang bapak beli sendiri, tapi ada juga yang merupakan kiriman dari salah satu adik ibu di Lampung.
.
Saat bahagia bapak dan ibu adalah saat panen hasil kebun.
.
"Ini terong dari kebun belakang," pamer ibu di suatu sore saat aku duduk di meja makan sepulang sekolah. .
Atau.. "Dek, nanti ambil sawi di belakang ajah untuk campuran mie nya," ibu memberitahu saat di suatu pagi aku tengah menyiapkan bahan untuk membuat mie goreng.
.
Namun, ada juga tanaman yang belum menghasilkan sama sekali. Seperti pohon durian. Bibit durian ini di dapat ibu dari Lampung pada tahun 2010. 8 tahun berlalu, baru kali ini sang pohon mulai berbuah. Sebenarnya sejak tahun lalu, sudah keluar bunganya. Tapi gagal menjadi buah.
.
Maka tak heran, bila tahun ini bunga itu berubah menjadi buah, ibu terlihat senang sekali. Meskipun hanya dua buah saja.
.
Tapi... bukankah sebagai manusia, kita hanya bisa berharap dan berdoa? Tapi keputusan akhir ada padaNya..
.
"Ibuuuu," sebuah teriakan memecah pagi ini. Suara mbak yang sedang berada di halaman belakang.
.
Tergesa ibu menghampiri. "Ada apa?"
.
"Duriannya jatuh satu," lapor mbak seraya menunjukkan satu buah durian mungil yang telah lepas dari ketinggian pohon.
.
Sepertinya, harus ada tambahan dukungan doa dari yang lain, agar durian yang satunya tidak ikutan jatuh dan gagal panen. Ada yang mau bantu doa?
(Posting : ig)
Komentar