Hantu

Ada banyak cara melatih anak untuk belajar mengucapkan kata dengan benar. Salah satunya adalah membiasakan orang tua atau orang dewasa di sekitar anak, untuk mengulangi kembali kata yang diucapkan anak, dengan pengucapan yang tepat.

Tidak membiarkan begitu saja anak mengucapkan kata yang tidak jelas, dengan alasan karena orang dewasa atau orang tua sudah tahu apa yang dimaksud oleh si anak.

Bila hal ini terus dilakukan, maka anak akan beranggapan bahwa kata yang diucapkannya sudah benar. Ketika dia mulai beranjak besar, mungkin saja pengucapan katanya tidak sejelas anak seusia. 

Dan inilah ceritanya..

"Ayuk... Ki... Alun..," Kiki datang menghampiriku. Bercerita.
Walau usianya sudah lewat dari 4 tahun, saat berbicara, Kiki masih belum bisa mengucapkan satu kalimat lengkap yang terdiri dari 4 - 6 kata. Sesuai dengan kemampuan tumbuh kembang anak usia 4 - 5 tahun di kelasnya.

"Kiki jalan - jalan ke Alun - Alun?" Aku mengulangi.

Dia mengangguk.

"Sama siapa?" Tanyaku.

"Bu... apak... Ma..," jawabnya.

"Sama ibu, bapak dan mbak Rahma?" Kembali aku mengulangi kata - katanya.

Dan dia mengangguk lagi.

"Kiki lihat apa di alun - alun?"

Kiki tidak menjawab. Tapi matanya melotot, lidahnya dijulurkan dan tangannya di angkat ke atas.
Aku yang menyaksikan hal ini sedikit terkejut. Karena dia membuat ekspresi wajah seperti itu, tepat di hadapanku. Hanya berjarak sekitar 20 cm saja.

Sambil menahan tawa, aku pun berkata, "Kiki ke rumah Hantu?"

Dan kembali dia mengangguk. Sementara aku menuntaskan tawa yang tertunda. Kalau hantunya seperti itu, ibu malah tertawa geli, Nak. Gak ada serem - seremnya. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer