Boleh Bantu?
Ketika bermain di sekolah, aturannya begini...
Bila ingin
berganti mainan, maka mainan yang sebelumnya, harus dibereskan terlebih
dahulu. Dikembalikan ke tempat semula. Baru boleh mengambil mainan yang
baru.
Namun, tak jarang ada 'anak yang baik sekali', sehingga
ingin membantu temannya beberes. Ibu guru memperbolehkan. Tapi harus
minta ijin terlebih dahulu. Apakah temannya bersedia dibantu atau tidak.
😊.
Ribet amat, sih? Anak kecil dikasih aturan segala.
Ini hanya salah satu cara mengenalkan aturan main pada anak. Agar mereka mengerti arti tanggung jawab. Paham sebab akibat. Bila tidak sejak kecil, maka akan lebih sulit lagi memberikan pemahaman ketika mereka sudah lebih besar. 😉.
Dan inilah ceritanya...
"Anak - anak, sekarang waktunya makan siang. Jadi mainannya dibereskan, ya," ibu guru memberi perintah.
Maka anak - anak pun mulai membereskan mainan masing - masing.
"Aku mau bantuin," pinta Nino pada ibu guru.
Dia sudah selesai membereskan mainannya sendiri. Dan tampaknya masih punya tenaga buat bantuin teman beberes. 😀.
"Ok. Nino tanya sama mas Nathan. Boleh di bantu gak?" Ibu guru menganjurkan.
Nino pun menghampiri Nathan yang tengah membawa balok warna yang dimainkannya.
"Boleh bantu?" Tanya Nino. Santun banget.
"Gak boleh," jawab Nathan. Juga dengan nada santun.
"Aku mau bantu," desak Nino.
"Gak mau!" Kali ini hilang sudah nada santun yang dilantunkan Nathan tadi. Berganti dengan nada tinggi.
Apa yang terjadi?
Nino menangis sejadi - jadinya. Tampaknya dia kecewa berat karena tidak dibolehkan membantu. Ah, Nino baik banget. 😊.
(Posting : fb)
Ini hanya salah satu cara mengenalkan aturan main pada anak. Agar mereka mengerti arti tanggung jawab. Paham sebab akibat. Bila tidak sejak kecil, maka akan lebih sulit lagi memberikan pemahaman ketika mereka sudah lebih besar. 😉.
Dan inilah ceritanya...
"Anak - anak, sekarang waktunya makan siang. Jadi mainannya dibereskan, ya," ibu guru memberi perintah.
Maka anak - anak pun mulai membereskan mainan masing - masing.
"Aku mau bantuin," pinta Nino pada ibu guru.
Dia sudah selesai membereskan mainannya sendiri. Dan tampaknya masih punya tenaga buat bantuin teman beberes. 😀.
"Ok. Nino tanya sama mas Nathan. Boleh di bantu gak?" Ibu guru menganjurkan.
Nino pun menghampiri Nathan yang tengah membawa balok warna yang dimainkannya.
"Boleh bantu?" Tanya Nino. Santun banget.
"Gak boleh," jawab Nathan. Juga dengan nada santun.
"Aku mau bantu," desak Nino.
"Gak mau!" Kali ini hilang sudah nada santun yang dilantunkan Nathan tadi. Berganti dengan nada tinggi.
Apa yang terjadi?
Nino menangis sejadi - jadinya. Tampaknya dia kecewa berat karena tidak dibolehkan membantu. Ah, Nino baik banget. 😊.
(Posting : fb)
Komentar