Sungkem
Layaknya anak - anak lain, yang sesaat berteman, namun detik berikutnya bertengkar, maka begitu juga dengan Nino dan Hana.
Mereka seperti Tom and Jerry. Bila tidak berjumpa sehari, akan saling mencari. Tapi bila sudah bersama, keributan pun terjadi.
Seperti juga kali ini...
"Ini punya Nino," suara Nino terdengar meninggi.
Tampak Hana sedang memegang sebuah keranjang pasang bongkar. Sementara Nino berusaha mengambilnya.
"Punyaku," Hana tak kalah galak mempertahankan keranjang itu.
Dan seperti biasa, ibu guru harus turun tangan. 😊. Hingga akhirnya didapatkan jawabannya. Hana telah secara sengaja mengakui keranjang milik Nino. 😀.
Maka kemudian, mereka berdua dipisahkan untuk sementara. Hana yang bersamaku tampak tidak berkenan karena telah 'dipisahkan secara paksa' oleh ibu guru. 😁.
"Hana, kalau mau main sama Nino, bilang dulu. Boleh, gak? Kalau Nino gak mau, Hana ambil mainan sendiri," panjang lebar aku 'menceramahi' Hana. "Kalau Hana ambil mainan temen, nanti temennya sedih," lanjutku.
Hana yang hanya memandangiku berbicara, tiba - tiba meletakkan kepalanya di pangkuanku, yang tengah duduk di kursi. Seperti pengantin yang sedang melakukan sungkeman.
Aku pun tergelak. Ah, Hana mah, ada - ada ajah. Gak gitu amat minta maafnya, Nak. 😂.
Mereka seperti Tom and Jerry. Bila tidak berjumpa sehari, akan saling mencari. Tapi bila sudah bersama, keributan pun terjadi.
Seperti juga kali ini...
"Ini punya Nino," suara Nino terdengar meninggi.
Tampak Hana sedang memegang sebuah keranjang pasang bongkar. Sementara Nino berusaha mengambilnya.
"Punyaku," Hana tak kalah galak mempertahankan keranjang itu.
Dan seperti biasa, ibu guru harus turun tangan. 😊. Hingga akhirnya didapatkan jawabannya. Hana telah secara sengaja mengakui keranjang milik Nino. 😀.
Maka kemudian, mereka berdua dipisahkan untuk sementara. Hana yang bersamaku tampak tidak berkenan karena telah 'dipisahkan secara paksa' oleh ibu guru. 😁.
"Hana, kalau mau main sama Nino, bilang dulu. Boleh, gak? Kalau Nino gak mau, Hana ambil mainan sendiri," panjang lebar aku 'menceramahi' Hana. "Kalau Hana ambil mainan temen, nanti temennya sedih," lanjutku.
Hana yang hanya memandangiku berbicara, tiba - tiba meletakkan kepalanya di pangkuanku, yang tengah duduk di kursi. Seperti pengantin yang sedang melakukan sungkeman.
Aku pun tergelak. Ah, Hana mah, ada - ada ajah. Gak gitu amat minta maafnya, Nak. 😂.
(Posting : ig)

Komentar