Sudah Besar

Jadi begini...

Sudah sejak beberapa hari ini, setiap kali diantar sang papa ke sekolah, Fathir selalu minta diturunkan di luar pagar. Kemudian dia akan masuk sendiri ke sekolah. Tanpa didampingi papa.
Dan ketika Fathir muncul di depan kelas, maka ibu guru akan memberi sambutan seperti ini...

"Wow.. keren. Sudah besar, nih. Berangkat sekolahnya sendiri."

Atau...

"Eh.. Fathir? Berangkat sendiri, ya? Wow.. sudah besar. Jadi sudah berani berangkat sekolah sendiri."
Serta pujian lainnya...(bukankan ibu guru memiliki gudang pujian? Yang stoknya gak habis - habis. 😁)

Bila sudah begini, Fathir akan tersipu malu. Dengan pipi yang kemerahan. Dan kerlingan mata malu - malu. Yang membuat Bu Yayuk membuat pernyataan, 'Gantengnya kelewatan'. 😂.

Dan pagi ini....

Atma datang ke sekolah dengan diantar sang ayah. Seperti biasanya, ibu guru menyambutnya. Tapi Atma terlihat ngambek. Tidak mau turun dari kendaraan. Berkali - kali dia menunjuk ke jalan depan sekolah. Sang ayah yang tidak paham maunya, berusaha terus membujuk. Agar Atma mau turun dari kendaraan.

Aku yang sedari tadi memperhatikan, segera paham apa yang diinginkan Atma. Maka 'sandiwara pun segera dipentaskan'.

Atma turun dari kendaraan di luar pagar sekolah. Ibu guru kembali ke kelas. Pura - pura tidak tahu kedatangannya. Dan ketika kemudian Atma muncul di depan pintu...

"Atma? Wow.. sudah gede, nih. Berangkat sekolahnya gak diantar lagi."

Atma tersenyum senang. Wajahnya ceria. (Begitu sederhana bahagia kalian, Nak. 😊)

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer