Pendekar Mata Satu
Pagi nan cerah, Nathan hadir dengan diantar lengkap kedua orang tuanya.
Saat muncul di halaman, tampak bocah lincah ini memakai sebuah topeng.
Yang hanya menutupi bagian mata saja."Than, ditunggu bapak di jendela. Dadah dulu, ya," aku memberi tahu Nathan yang masih membuka sepatunya.
Jadi, setiap pagi, ketika melepas kepergian orang tuanya, anak - anak akan melambaikan tangan dari satu - satunya jendela yang ada di sekolah. Semacam 'ritual wajib'. Bila tidak dilakukan, bisa membuat mood anak jadi gak enak di sepanjang hari. 😊.
Nathan segera beranjak menghampiri jendela. Kepalanya agak menengadah. Jalannya tertatih. Agak heran melihatnya seperti itu.
Maka, setelah kedua orang tuanya berlalu, aku kembali memanggilnya untuk mendekat..
"Than, kok jalannya gak enak gitu, sih?" Tanyaku.
"Aku punya topeng baru," ujar Nathan tanpa menjawab pertanyaanku.
"Sini ibu lihat," aku meraihnya agar lebih dekat.
Dan aku pun akhirnya tahu jawaban dari pertanyaanku tadi. Ternyata topeng yang dipakai telah menutup satu matanya. Yang membuat jalannya jadi tidak biasa.
Mirip - mirip pendekar mata satu. 😀.
(Posting : ig)
Komentar