"Lebay"
Sore hari...
"Khal, sudah dijemput, tuh," aku memberitahu Khalisa. Tampak sang mama sudah menunggu di atas kendaraan.
Khalisa tampak enggan saat beranjak dari duduknya.
"Kenapa?" Tanyaku.
"Maunya dijemput ayah. Mau kasih bunga ini buat ayah."
Jadi, siang tadi ibu guru memberi bunga kertas untuknya. Karena telah membantu ibu guru.
"Nanti khan ketemu ayah di rumah," bujukku. "Jangan lupa bilang sama ayah, 'Ayah, ini bunga buat ayah. Karena ayah sudah sayang padaku'," aku mengajarinya.
Spontan sang mama tertawa geli.
"Sekarang bahasanya sudah kayak ibu guru," cerita beliau. "Kemarin dia bilang, 'Mama, aku sayang sama mama' sambil membuat bentuk hati di dada," cerita beliau berlanjut.
Aku dan ibu guru tak mampu membendung tawa. Membayangkan betapa sekarang Khalisa ikutan 'lebay' kayak ibu guru. 😜.
(Posting : fb)
"Maunya dijemput ayah. Mau kasih bunga ini buat ayah."
Jadi, siang tadi ibu guru memberi bunga kertas untuknya. Karena telah membantu ibu guru.
"Nanti khan ketemu ayah di rumah," bujukku. "Jangan lupa bilang sama ayah, 'Ayah, ini bunga buat ayah. Karena ayah sudah sayang padaku'," aku mengajarinya.
Spontan sang mama tertawa geli.
"Sekarang bahasanya sudah kayak ibu guru," cerita beliau. "Kemarin dia bilang, 'Mama, aku sayang sama mama' sambil membuat bentuk hati di dada," cerita beliau berlanjut.
Aku dan ibu guru tak mampu membendung tawa. Membayangkan betapa sekarang Khalisa ikutan 'lebay' kayak ibu guru. 😜.
(Posting : fb)
Komentar