Kodomo
Di sekolah, ibu guru membiasakan anak - anak untuk suka pada buku. Mereka dikenalkan pada beragam buku cerita.
Ada tentang hewan, tumbuhan. Juga bermacam kendaraan. Kisah nabi dan banyak lainnya.
Membaca atau sekedar melihat - lihat isi buku atau dibacakan cerita ini dilakukan menjelang anak - anak tidur siang. Mereka boleh mengambil buku pilihannya di rak yang sudah tersedia. Bila sudah selesai, mereka bertanggung jawab untuk mengembalikan lagi ke tempat semula.
Kebiasaan baik ini banyak manfaatnya. Salah satunya dapat merangsang kemampuan imajinasi anak. Karena lewat cerita, anak diajak untuk berimajinasi tentang hewan, tumbuhan, pesawat atau apapun isi cerita yang dibacakan.
Selain itu, dapat juga melatih kemampuan berbahasa anak. Karena saat menceritakan kembali cerita yang dibacakan, mereka berlatih mengucapkan kata yang tepat. Ibu guru dapat membantu membetulkan kata yang salah. Dan pastinya banyak lagi manfaat lainnya.
Berikut... inilah ceritanya...
"Ayuk, bacain," Hana menghampiriku. Ditangannya ada buku cerita yang sudah dipilihnya.
Aku pun mulai membuka satu persatu lembar halaman buku, yang berkisah tentang anak yang mimpi buruk. Lantaran menangkapi serangga dan memasukkannya ke toples. 😊.
Hingga kemudian sampai di halaman, dimana ada beberapa hewan buas. Maka aku pun mengenalkannya pada Hana dengan memintanya menirukan nama hewan yang kusebutkan.
"Hana, ini komodo," aku memberitahunya. "Apa, Han?" Aku memintanya mengulangi.
"Modomo," Hana menirukan dengan terbata.
"Komodo," ulangku.
"Momoko."
"Komodo," aku belum putus asa.
"Kokomo," Hana tampak 'kelelahan'.
Ya sudahlah. Akhiri saja. 😂.
Ada tentang hewan, tumbuhan. Juga bermacam kendaraan. Kisah nabi dan banyak lainnya.
Membaca atau sekedar melihat - lihat isi buku atau dibacakan cerita ini dilakukan menjelang anak - anak tidur siang. Mereka boleh mengambil buku pilihannya di rak yang sudah tersedia. Bila sudah selesai, mereka bertanggung jawab untuk mengembalikan lagi ke tempat semula.
Kebiasaan baik ini banyak manfaatnya. Salah satunya dapat merangsang kemampuan imajinasi anak. Karena lewat cerita, anak diajak untuk berimajinasi tentang hewan, tumbuhan, pesawat atau apapun isi cerita yang dibacakan.
Selain itu, dapat juga melatih kemampuan berbahasa anak. Karena saat menceritakan kembali cerita yang dibacakan, mereka berlatih mengucapkan kata yang tepat. Ibu guru dapat membantu membetulkan kata yang salah. Dan pastinya banyak lagi manfaat lainnya.
Berikut... inilah ceritanya...
"Ayuk, bacain," Hana menghampiriku. Ditangannya ada buku cerita yang sudah dipilihnya.
Aku pun mulai membuka satu persatu lembar halaman buku, yang berkisah tentang anak yang mimpi buruk. Lantaran menangkapi serangga dan memasukkannya ke toples. 😊.
Hingga kemudian sampai di halaman, dimana ada beberapa hewan buas. Maka aku pun mengenalkannya pada Hana dengan memintanya menirukan nama hewan yang kusebutkan.
"Hana, ini komodo," aku memberitahunya. "Apa, Han?" Aku memintanya mengulangi.
"Modomo," Hana menirukan dengan terbata.
"Komodo," ulangku.
"Momoko."
"Komodo," aku belum putus asa.
"Kokomo," Hana tampak 'kelelahan'.
Ya sudahlah. Akhiri saja. 😂.
(Posting : ig)
Komentar