Ilmu Kira - Kira
Mbah Putri, ibunya ibu, mewarisi secara adil keahlian memasak beserta
resep - resep masakan enak pada semua putri beliau. Namun, jarak usia
masing - masing yang berbeda, membuat tidak semua ilmu dapat diterima
dengan sama. Itu sebabnya, putri - putri tertua beliau, biasanya menjadi
tempat bertanya bagi adik - adiknya.
Seperti ibu, yang merupakan putri tertua, sering menjadi 'sumber informasi' bagi bulek - bulekku, adik - adik beliau, bila mereka membutuhkan resep tertentu dari Mbah Putri. .
Karena tentunya, sebagai putri tertua, ibu banyak belajar secara langsung dan menyerap ilmu dari Mbah Putri.
Dan inilah ceritanya...
Di suatu pagi, handphone ku berbunyi. Sebuah panggilan dari bulekku di Lampung.
"Ada apa, Bul?" Tanyaku seusai menjawab salam. (Oya, aku biasa memanggil adik - adik ibu yang perempuan dengan sapaan 'Bul'. Panggilan singkat dari 'Bulek').
"Yay, tanyain ibu. Resep awuk - awuk gimana?" Awuk - awuk adalah makanan tradisional yang terbuat dari tepung beras ketan. (Kalau penasaran, browsing ajah) 😉.
Maka, kuserahkanlah handphone pada ibu. Sembari melanjutkan kegiatanku, aku masih dapat mendengar perbincangan ibu dengan bulek di seberang sana.
Hingga kemudian telingaku menangkap perkataan ibu..., "Ya dikira - kira ajah."
Aku langsung tertawa geli. Membayangkan betapa pusingnya bulekku dengan ukuran yang 'dikira - kira' itu.
Jadi, Mbah Putri mewariskan ilmu memasak beserta resep nya lengkap dengan ilmu kira - kira. Semua bahan yang ada di resep, tidak di ukur dengan ukuran tertentu. Tapi hanya dikira - kira saja. Menuruti perasaan. Kalau dikira - kira sudah pas, ya ...sudah. 😁.
Seperti ibu, yang merupakan putri tertua, sering menjadi 'sumber informasi' bagi bulek - bulekku, adik - adik beliau, bila mereka membutuhkan resep tertentu dari Mbah Putri. .
Karena tentunya, sebagai putri tertua, ibu banyak belajar secara langsung dan menyerap ilmu dari Mbah Putri.
Dan inilah ceritanya...
Di suatu pagi, handphone ku berbunyi. Sebuah panggilan dari bulekku di Lampung.
"Ada apa, Bul?" Tanyaku seusai menjawab salam. (Oya, aku biasa memanggil adik - adik ibu yang perempuan dengan sapaan 'Bul'. Panggilan singkat dari 'Bulek').
"Yay, tanyain ibu. Resep awuk - awuk gimana?" Awuk - awuk adalah makanan tradisional yang terbuat dari tepung beras ketan. (Kalau penasaran, browsing ajah) 😉.
Maka, kuserahkanlah handphone pada ibu. Sembari melanjutkan kegiatanku, aku masih dapat mendengar perbincangan ibu dengan bulek di seberang sana.
Hingga kemudian telingaku menangkap perkataan ibu..., "Ya dikira - kira ajah."
Aku langsung tertawa geli. Membayangkan betapa pusingnya bulekku dengan ukuran yang 'dikira - kira' itu.
Jadi, Mbah Putri mewariskan ilmu memasak beserta resep nya lengkap dengan ilmu kira - kira. Semua bahan yang ada di resep, tidak di ukur dengan ukuran tertentu. Tapi hanya dikira - kira saja. Menuruti perasaan. Kalau dikira - kira sudah pas, ya ...sudah. 😁.
Sebuah ilmu 'tingkat dewa' yang hingga saat ini belum juga bisa aku kuasai. Karena yang ada, ketika memasak dengan memakai ilmu ini, aku deg - degan. 'Kira - kira masakan ini nanti jadi apa, ya?' 😁Gelap. Gak ada bayangan. 😝
(Posting : ig)

Komentar