Ilmu Baru
Salah satu cara agar anak suka pada buku adalah dengan membacakannya cerita. Tidak cuma sekedar membacakan.
Tapi harus menyertakan intonasi suara yang beragam. Ekspresi wajah yang bergantian. Bahasa tubuh yang 'mengundang' ketertarikan anak pada cerita yang dibacakan. .
Tapi harus menyertakan intonasi suara yang beragam. Ekspresi wajah yang bergantian. Bahasa tubuh yang 'mengundang' ketertarikan anak pada cerita yang dibacakan. .
Sehingga anak menjadi betah berlama - lama mendengarkan cerita. Dan pastinya, pesan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh anak. .
Maka...inilah ceritanya..
.
Siang ini, sambil menunggu dijemput, Nino memilih buku tentang 'Hewan Raksasa'. .
Untuk diketahui, ini adalah buku favorit anak - anak. Tak heran bila buku ini menjadi rebutan dan pastinya, yang paling 'parah kerusakannya'.
.
"Mbak Yayuk, bacain," pinta Nino seraya menyorongkan buku pilihannya.
.
"Ok. Sini kita baca sama - sama, ya," ajakku seraya memberikan satu kursi di sebelahku untuk didudukinya.
.
Satu persatu lembar halaman kubuku. Kubacakan dengan segenap ekspresi wajah. Takut, senang, cemas, gembira. Dengan intonasi suara yang kadang lembut, kadang keras. .
Tak jarang menggunakan suara yang berbeda. Bahasa tubuhku pun ikut 'berbicara'. Ketika menunjukkan rasa takut, maka aku akan menutup muka seakan ketakutan. Atau ketika memperagakan burung yang terbang, maka tanganku pun ikut 'melayang' kemana - mana.
.
Dan Nino tampak menikmati sekali cerita hari ini. Dia ikut terbawa oleh caraku bercerita. Saat dilihatnya gambar rusa yang dililit ular sanca, maka Nino pun langsung berteriak, "Awas!! Lari.. Lari.. Jangan dimakan." .
Tinggallah aku yang tergelak melihatnya. Nino begitu pandai menyerap ilmunya 'Bu Yayuk'.
(Posting : ig)
Komentar