Cerdas

Salah satu hal baik yang selalu di ajarkan ibu guru pada anak - anak adalah menggunakan kata - kata santun. Seperti tolong, permisi, maaf, terima kasih.
Dan tidak cuma sekedar mengajarkan, ibu guru pun mempraktekkan langsung dihadapan anak - anak. 

Ini misalnya...
"Terima kasih sudah bantu ibu membuangkan sampah."

Atau...
"Maaf, ya. Ibu tidak sengaja merusak mainannya."

Juga ini...
"Ibu minta tolong, ya. Ambilkan pena di meja ibu guru."

Jadi, ibu guru membiasakan untuk menggunakan kalimat panjang untuk menjelaskan penggunaan kata - kata santun itu. Misalnya, tidak hanya sekedar bilang 'terima kasih'. Tapi ada penjelasan tentang terima kasih untuk apa.

Dan beginilah yang terjadi kemudian..

Suatu pagi, dikelas 4 - 5 tahun. Anak - anak bermain di sentra bahan alam, di halaman belakang sekolah. Karena teras tidak cukup untuk menaungi semua anak, maka sebagian dari mereka diminta ibu guru untuk bermain di bawah kasur yang sedang dijemur. Bagian yang cukup terlindung dari sinar matahari.

Tengah asyik bermain mencampur air, tiba - tiba Khalisa berkata pada ibu guru, "Bu Yani, terima kasih sudah memberi pelindung kasur ini. Sehingga aku gak kepanasan."

Entah berapa detik lamanya ibu guru terpana dengan ucapan terima kasih yang begitu panjang. Yang diucapkan Khalisa. Ada rasa yang bercampur baur. Terharu, terpana, terpesona, kagum dan yang paling dominan adalah rasa ingin tertawa karena benar - benar 'takjub'. 😂.

Khalisa selalu berhasil menyerap pelajaran dengan baik. 👍😊

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer