Nostalgia
Salah satu moda transportasi yang sering aku
gunakan saat kuliah di Solo adalah bis tingkat. Teman - teman biasa
menamainya dengan 'bis tumpuk'. 😊. Karena terlihat seperti 2 bis yang
ditumpuk menjadi satu.Ketika naik bis tingkat, aku lebih sering duduk dibagian atas. Karena terasa menyenangkan bisa melihat pemandangan yang lebih luas. Lebih jauh mata memandang. Tapi harus berhati - hati. Tidak boleh terlalu dekat dengan jendela. Karena bila melewati pohon yang tinggi, maka ranting - rantingnya bisa mengenai tangan.

Naik bis yang satu ini, berarti pula kita harus sabar. Karena jalannya bis tidak cepat. Ketika berniat menggunakan transportasi yang satu ini, maka aku sudah menyiapkan diri untuk sebuah perjalanan yang santai. Menikmati setiap pemberhentiannya. Yang bisa dimana saja. Kapan saja. 😊.
Dan ketika beberapa waktu lalu, ibu guru menginginkan sebuah
perjalanan wisata menggunakan bis tingkat, maka aku antusias sekali
untuk bisa mewujudkan keinginan ini. Bis wisata Werkudoro di Solo adalah
pilihannya.
Karena tiket bis ini tidak bisa dibeli secara online, maka atas bantuan seorang teman di Solo, akhirnya keinginan naik 'bis tumpuk' dapat terwujud pula hari ini.
Jadilah sebuah perjalanan wisata bagi ibu guru dan sebuah nostalgia untukku.
Karena tiket bis ini tidak bisa dibeli secara online, maka atas bantuan seorang teman di Solo, akhirnya keinginan naik 'bis tumpuk' dapat terwujud pula hari ini.
Jadilah sebuah perjalanan wisata bagi ibu guru dan sebuah nostalgia untukku.
Melewati kembali jalur - jalur perjalanan yang dulu biasa aku lewati. Menikmati kenangan - kenangannya. Dan yang pasti, menjadi turis dadakan. Yang asyik photo sana - sini. Dengan alasan "Mumpung gak ada yang ngenalin. Biar gak ketahuan noraknya." 😂.
(Posting : ig)
Komentar