Ketua Kelas
Jadi.... begini... 😊
Disetiap awal tahun ajaran baru, ibu guru akan memilih satu anak untuk
didaulat menjadi 'pemimpin'nya anak - anak alias ketua kelas. Tugas ketua kelas adalah membantu ibu guru mengatur teman - teman saat
ibu guru 'kehabisan ide' dan 'hilang kemampuan' saat menghadapi anak -
anak.
Tak jarang pada saat - saat
tertentu, seorang anak lebih mendengar 'suara' temannya dibandingkan apa
yang disampaikan ibu guru. Padahal pesan yang disampaikan sama. Tapi
ketika ibu guru yang menyampaikan, pesan tidak dapat diterima dengan
utuh.
Sementara bila ketua kelas yang menyampaikan, pesan dapat diterima dengan baik. 😀. Ibu guru khan manusia biasa juga. Kadang 'sinyal' nya slundap - slundup yang bikin gak nyambung saat berbicara dengan anak - anak. 😂. #ngeles
Pemilihan seorang anak sebagai ketua kelas didasarkan pada kemampuan si anak dalam memimpin teman - temannya. Juga kemampuan berbahasanya agar dapat menyampaikan pesan dengan baik. Selain itu, si anak juga bisa memberikan contoh kepatuhan yang baik. Sehingga teman - teman dapat menjadikannya sebagai 'role model' di sekolah.
Karena beban 'tanggung jawab' yang diberikan 'cukup besar', maka seorang ketua kelas diberi 'privilege' untuk saat - saat tertentu. Seperti diberi kesempatan untuk memilih mainan terlebih dahulu. Atau bisa menentukan permainan apa yang ingin dimainkan pada kegiatan - kegiatan tertentu. 😊.
Dan, memasuki tahun ajaran baru ini, 'suksesi kepemimpinan' pun terjadi di sekolah. Ibu guru memutuskan untuk mengganti Tsaqib, yang akan masuk TK, dengan Khalisa. Untuk pertama kalinya anak - anak di sekolah akan dipimpin oleh seorang gadis kecil. 😀. Jadi gak sabar melihat 'gaya kepemimpinan' Khalisa. Pasti seru. 😉.
(Posting : ig)
Sementara bila ketua kelas yang menyampaikan, pesan dapat diterima dengan baik. 😀. Ibu guru khan manusia biasa juga. Kadang 'sinyal' nya slundap - slundup yang bikin gak nyambung saat berbicara dengan anak - anak. 😂. #ngeles
Pemilihan seorang anak sebagai ketua kelas didasarkan pada kemampuan si anak dalam memimpin teman - temannya. Juga kemampuan berbahasanya agar dapat menyampaikan pesan dengan baik. Selain itu, si anak juga bisa memberikan contoh kepatuhan yang baik. Sehingga teman - teman dapat menjadikannya sebagai 'role model' di sekolah.
Karena beban 'tanggung jawab' yang diberikan 'cukup besar', maka seorang ketua kelas diberi 'privilege' untuk saat - saat tertentu. Seperti diberi kesempatan untuk memilih mainan terlebih dahulu. Atau bisa menentukan permainan apa yang ingin dimainkan pada kegiatan - kegiatan tertentu. 😊.
Dan, memasuki tahun ajaran baru ini, 'suksesi kepemimpinan' pun terjadi di sekolah. Ibu guru memutuskan untuk mengganti Tsaqib, yang akan masuk TK, dengan Khalisa. Untuk pertama kalinya anak - anak di sekolah akan dipimpin oleh seorang gadis kecil. 😀. Jadi gak sabar melihat 'gaya kepemimpinan' Khalisa. Pasti seru. 😉.
(Posting : ig)

Komentar