Do'a
Beberapa waktu belakangan ini aku memilih untuk menyelesaikan tugasku
di ruang kelas. Bersama anak - anak. Alasannya sederhana. Agar aku
dapat melihat keriuhan yang mereka ciptakan. Juga suara teriakan, tawa
dan tangisnya. 😊.
Anak - anak pun senang melihat 'kesibukan'ku.
Asyik memperhatikan
printer yang ada di meja. Merasa 'takjub' dengan kertas putih yang tiba -
tiba keluar dari mesin printer sudah bergambar atau berisi tulisan.
Sibuk 'mendiskusikan' apa yang terjadi didalam sana. Yang tak jarang membuatku tergelak sendiri saat mendengarkannya. 😀.
Dan.... inilah cerita hari ini...
"Uti," panggil Hana pagi ini.
Untuk diketahui, sampai saat ini Hana tetap setia memanggilku 'Uti'. Sebuah panggilan yang membuatku merasa tua pake banget. 😆.
"Ada apa, Hana? Mau bantuin ibu, ya?" Tanyaku.
Hana tidak menjawab. Tapi langsung duduk disampingku. Tangannya menengadah. Layaknya orang yang tengah berdo'a.
Aku bingung menyaksikannya. "Hana ngapain?" Aku penasaran.
Tapi Hana tak bergeming. Dia tampak khusyuk seraya memandangi ponselku yang mengeluarkan suara merdu Nissa Sabyan yang menyanyikan Deen Assalam.
Aha! Aku paham. Dan tak dapat menahankan tawaku. Kiranya Hana menyangka bila suara yang keluar dari ponselku adalah suara orang yang berdo'a. Sehingga dia pun tampak 'khusyuk mengaamiini'. Anakku, tak semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu artinya sedang berdoa. 😂.
(Posting : ig)
Aku bingung menyaksikannya. "Hana ngapain?" Aku penasaran.
Tapi Hana tak bergeming. Dia tampak khusyuk seraya memandangi ponselku yang mengeluarkan suara merdu Nissa Sabyan yang menyanyikan Deen Assalam.
Aha! Aku paham. Dan tak dapat menahankan tawaku. Kiranya Hana menyangka bila suara yang keluar dari ponselku adalah suara orang yang berdo'a. Sehingga dia pun tampak 'khusyuk mengaamiini'. Anakku, tak semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu artinya sedang berdoa. 😂.
(Posting : ig)
Komentar