Ceker
Untukku,
selalu menyenangkan ketika hadir di sebuah acara keluarga. Karena
selalu ada kebahagiaan yang menyertai. Ada banyak tawa canda. Ada
keriangan, saling goda. Bahkan 'pem-bully-an'. Dan tentu saja, makan -
makan. 😊.
Seperti hari ini, saat aku bertemu dengan kerabat dari garis ibu.
"Dek,
anakmu sudah pinter, ya makan cekernya," ujarku pada salah satu adik
sepupu.
Jadi, nih.... apapun menu makanan yang dihidangkan oleh tuan rumah, maka ceker tak boleh ketinggalan. Karena ini adalah makanan favorit kami. Berapapun ceker yang dihidangkan, akan ludes tak bersisa. Dan hanya tinggal tulang belulangnya saja. 😁.
Jadi, nih.... apapun menu makanan yang dihidangkan oleh tuan rumah, maka ceker tak boleh ketinggalan. Karena ini adalah makanan favorit kami. Berapapun ceker yang dihidangkan, akan ludes tak bersisa. Dan hanya tinggal tulang belulangnya saja. 😁.
"Iya, mbak. Tapi kalau di rumah biasanya ceker yang kayak gini," jawab
adik sepupuku seraya menggerakan kedua tangan layaknya kepakan sayap
ayam.
"Dek, bukannya yang kayak gitu namanya sayap?" Tanyaku untuk
meyakinkan.
"O iya," jawabnya seraya nyengir kuda. Dan kami pun tertawa
bersama.
Efek kebanyakan makan ceker. Jadi susah ngebedain ceker sama sayap. 😜.
Efek kebanyakan makan ceker. Jadi susah ngebedain ceker sama sayap. 😜.
(Posting : ig)
Komentar