Tradisi Berkumpul
Tradisi berkumpul..
.. Ini adalah cerita tentang bagaimana kami melewati waktu bersama di hari lebaran.
Diawali dengan berkumpul di rumah bapak ibu. Karena kebetulan orang tuaku adalah yang dituakan dari kedua belah pihak. Jadilah adik - adik ibu dan keponakan - keponakan bapak beserta anggota keluarga masing - masing datang berkumpul di rumah.
Diawali dengan berkumpul di rumah bapak ibu. Karena kebetulan orang tuaku adalah yang dituakan dari kedua belah pihak. Jadilah adik - adik ibu dan keponakan - keponakan bapak beserta anggota keluarga masing - masing datang berkumpul di rumah.

Dari pagi hingga siang hari ini kami berbagi cerita, tawa dan keceriaan. Karena jarak yang terpisah, masing - masing lama tak bersua secara phisik. Keseruan ini diisi dengan saling menggoda, bercanda dan tertawa bersama.
Menjelang siang, keriuhan ini berpindah ke rumah adik ibu yang rumahnya hanya selemparan batu saja. Dan orang - orangnya tetap sama. Hanya berpindah tempat saja.
Selesaikah? Tidak! Karena keesokan harinya, kami akan kembali bertemu dan berkumpul lagi di rumah adik ibu yang lainnya. Berpindah - pindah rumah lagi. Dan tetap bertemu dengan orang yang sama juga.

Hingga salah satu sepupuku berkomentar, "Kok kita gak bosen, ya? Ketemunya lu lagi - lu lagi." Dan kami pun tertawa berderai.
Yups.. setiap tahun, disaat Idul Fitri datang, maka kegiatan berkumpul dengan cara berpindah - pindah ini menjadi acara yang sangat dinanti - nantikan. Bukan saja tawa dan keriangan yang menyertai. Tapi juga hidangan khas dari masing - masing rumah yang dikunjungi. Hidangan yang hanya disajikan saat lebaran saja. Dan itu yang menjadikan 'lebaran punya cerita'.
(Posting : fb)


Komentar