TPA
Di suatu pagi nan cerah... ketika anak - anak sedang bermain bebas...
"Bu Yayuk, aku bikin truk sampah," Afif datang menghampiriku dengan menunjukkan mainan pasang bongkar yang membentuk kotak persegi panjang.
"Oya?" Dan mulailah 'tanya jawab' tentang karya yang dibuatnya. Seperti biasanya. Ketika ada anak yang menunjukkan karyanya, ibu guru akan meminta mereka menjelaskan tentang apa yang dibuatnya itu. 😊.
Sejumlah pertanyaan kuajukan. Dari apa bentuk mainannya, warna - warna pasang bongkarnya sampai dimana harus membuang sampah. Hingga ....
"Kalau truk ini mau membuang sampahnya, TPA nya dimana?" Tanyaku.
"TPA Amalia," jawab Afif seraya tersenyum.
Lha?
Sedetik terpana untuk kemudian tersadar. Aku telah salah memberi pertanyaan. 😊.
Yang kumaksud adalah tempat pembuangan akhir sampah. Tapi yang dipahami Afif adalah taman penitipan anak Amalia. Sekolahnya. 😀.
Maafkanlah, Nak. Ibu kadang lupa kalau tengah berbincang dengan anak balita. 😉.
"Bu Yayuk, aku bikin truk sampah," Afif datang menghampiriku dengan menunjukkan mainan pasang bongkar yang membentuk kotak persegi panjang.
"Oya?" Dan mulailah 'tanya jawab' tentang karya yang dibuatnya. Seperti biasanya. Ketika ada anak yang menunjukkan karyanya, ibu guru akan meminta mereka menjelaskan tentang apa yang dibuatnya itu. 😊.
Sejumlah pertanyaan kuajukan. Dari apa bentuk mainannya, warna - warna pasang bongkarnya sampai dimana harus membuang sampah. Hingga ....
"Kalau truk ini mau membuang sampahnya, TPA nya dimana?" Tanyaku.
"TPA Amalia," jawab Afif seraya tersenyum.
Lha?
Sedetik terpana untuk kemudian tersadar. Aku telah salah memberi pertanyaan. 😊.
Yang kumaksud adalah tempat pembuangan akhir sampah. Tapi yang dipahami Afif adalah taman penitipan anak Amalia. Sekolahnya. 😀.
Maafkanlah, Nak. Ibu kadang lupa kalau tengah berbincang dengan anak balita. 😉.
(Posting : fb)
Komentar