Original

Ada sebuah kebiasaan yang sama, yang dimiliki kedua keponakanku, saat mereka liburan dari pondok. Mereka akan membuat 'daftar makanan' yang wajib di makan di rumah. 😊

Mulai dari pizza sampai seblak. Dari mie ayam sampai mie instant. Semua daftar makanan itu harus dipenuhi sebelum mereka kembali ke pondok. Semakin mendekati waktu kepulangan, maka keributan antara mereka dan ibunya alias mbakku semakin memuncak. Keributan untuk membelikan makanan yang ada di daftar. 😁

Dan inilah salah satu cerita tentang makanan dalam daftar mereka... 

"Hai kalian. Ntar sahur mau makan mie instant gak?" Aku memberi tawaran pada mereka berdua, disuatu malam Ramadhan lalu. 

"Mau!.. Mau!" Kompak mereka menyahut. 

"Dua, ya bul," pinta keponakan yang bungsu. 

"Iya. Dua untuk berdua," jawabku. 

"Gak mau! Dua untuk sendiri. Bukan berdua," giliran si sulung yang protes.

"Ok lah," aku menjawab seraya tersenyum pada ibu. Sebuah senyuman yang mengandung isyarat.

Jadi... kebiasaan aku dan ibu saat masak mie instant adalah dengan menambahkan mie telor, sayuran, telur dan bumbu lain buatan sendiri. Tujuannya untuk menyamarkan rasa bumbu mie instant yang begitu kuat. Hasilnya adalah mie instant ala kami. 😊

Tapi apa yang terjadi? "Buleeekkk," panggil keponakan bungsu dari dalam kamar. "Mie nya original lho", tambahnya. Kali ini dari pintu kamar. 

"Original?" Tanyaku pura - pura bingung. 

"Iya. Gak mau ditambah - tambah yang lainnya," kali ini si sulung yang menjelaskan.

Spontan aku dan ibu tertawa bersama. Seraya melangkah kembali ke dapur, aku berbisik pada ibu, "Mereka sudah gede, Bu. Gak bisa dibohongi lagi." 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer