Kira - Kira
Ini cerita tentang kegiatan 'belajar bersama'..... yang menyenangkan. 😊.
Beberapa waktu lalu, salah satu adik ibu mengirimkan daging giling dari Lampung. Tujuannya, agar aku dan saudara -saudaraku lainnya belajar membuat pempek dengan beragam resep yang sudah beliau bagikan.
Maka... Disuatu hari libur yang cerah, kami pun bersepakat mengadakan 'cooking class' dadakan. Dengan resep pilihan yang sudah ditentukan bersama. Dari mulai pempek adaan hingga pempek yang menggunakan bumbu bawang putih pada adonannya.
Dan.... sebagaimana juga resep - resep lainnya yang sudah pasti ukurannya, maka ditangan kami, ukuran yang sudah pasti itu akan menjadi pasti lagi. Pasti berubah!!! 😀. Karena ada 'campur tangan' ilmu kira - kira saat proses pembuatannya.
Seperti ini misalnya....
"Mbak Yay, bawang putihnya berapa siung?" Tanya salah satu bulekku. Saat itu kami akan membuat pempek dengan bumbu bawang putih pada adonannya.
"Menurut resepnya, 4 siung," jawabku. "Kok sedikit banget, ya. Ntar kurang nendang. Tambahin lagi ajah," aku mulai ragu - ragu.
"Tambah berapa?" Kembali bulekku bertanya.
"7 siung," kali ini mbak sepupuku yang menjawab.
"10 deh sekalian," usulku.
"Kebanyakan. Kudunya ganjil. Biar enak," bulekku memberi pendapat.
Sudah terlihat khan? Betapa ilmu kira - kira sudah mendominasi kegiatan masak memasak kami saat itu. Bahkan hitungan ganjil pun dihubungkan dengan enak atau tidak enaknya hasil masakan kami nantinya. 😁.
Akhirnya diputuskan bersama bahwa hitungan yang pas untuk bawang putihnya adalah 9 siung. Dan bagaimana dengan hasilnya?
Untuk mereka yang menyukai rasa asli ikan pada pempek, aku tidak merekomendasikan penggunaan bawang putih sebagai campuran di adonan pempek. Karena rasa ikannya jadi hilang.
Lalu bagaimana dengan pempek yang sudah terlanjur kami buat tadi? Tetap saja.......habis. Tak bersisa. 😂.
Beberapa waktu lalu, salah satu adik ibu mengirimkan daging giling dari Lampung. Tujuannya, agar aku dan saudara -saudaraku lainnya belajar membuat pempek dengan beragam resep yang sudah beliau bagikan.
Maka... Disuatu hari libur yang cerah, kami pun bersepakat mengadakan 'cooking class' dadakan. Dengan resep pilihan yang sudah ditentukan bersama. Dari mulai pempek adaan hingga pempek yang menggunakan bumbu bawang putih pada adonannya.
Dan.... sebagaimana juga resep - resep lainnya yang sudah pasti ukurannya, maka ditangan kami, ukuran yang sudah pasti itu akan menjadi pasti lagi. Pasti berubah!!! 😀. Karena ada 'campur tangan' ilmu kira - kira saat proses pembuatannya.
Seperti ini misalnya....
"Mbak Yay, bawang putihnya berapa siung?" Tanya salah satu bulekku. Saat itu kami akan membuat pempek dengan bumbu bawang putih pada adonannya.
"Menurut resepnya, 4 siung," jawabku. "Kok sedikit banget, ya. Ntar kurang nendang. Tambahin lagi ajah," aku mulai ragu - ragu.
"Tambah berapa?" Kembali bulekku bertanya.
"7 siung," kali ini mbak sepupuku yang menjawab.
"10 deh sekalian," usulku.
"Kebanyakan. Kudunya ganjil. Biar enak," bulekku memberi pendapat.
Sudah terlihat khan? Betapa ilmu kira - kira sudah mendominasi kegiatan masak memasak kami saat itu. Bahkan hitungan ganjil pun dihubungkan dengan enak atau tidak enaknya hasil masakan kami nantinya. 😁.
Akhirnya diputuskan bersama bahwa hitungan yang pas untuk bawang putihnya adalah 9 siung. Dan bagaimana dengan hasilnya?
Untuk mereka yang menyukai rasa asli ikan pada pempek, aku tidak merekomendasikan penggunaan bawang putih sebagai campuran di adonan pempek. Karena rasa ikannya jadi hilang.
Lalu bagaimana dengan pempek yang sudah terlanjur kami buat tadi? Tetap saja.......habis. Tak bersisa. 😂.
(Posting : fb)
Komentar