Menabung
Di sekolah anak - anak dibiasakan untuk menabung. Setiap hari mereka
diminta untuk membawa uang dan dimasukkan ke dalam celengan. Celengannya pun 'tidak biasa'. 😊. Yaitu dari toples bekas sosis siap makan. Dilubangi dibagian atasnya dan ditulisi nama masing - masing anak.
Tabungan ini boleh diambil kapan saja oleh orang tua. Tapi biasanya akan dibagikan ketika anak - anak akan masuk TK.
Dan... inilah cerita pagi ini....
"Azel, ayo nabung dulu," ajak ibu guru setelah Azel melambaikan tangan di jendela dengan sang mama.
"Gak mau. Dedek gak nabung," ujar Azel sambil menggenggam uang di tangannya. Dia membahasakan diri dengan 'Dedek'.
"Kok gak nabung? Itu uangnya buat apa?" Tanya ibu guru sambil meletakkan celengan di atas meja.
"Dedek gak nabung!" Azel menyingkirkan toples di hadapannya.
"Ya sudah. Gak usah nabung. Masukkan ajah uangnya ke dalam toples," aku menengahi.
Dan.... 'ajaib'..😊... Azel memasukkan satu persatu uang dalam genggamannya ke dalam toples.
Sementara aku dan ibu guru tersenyum geli.
Ternyata, bagi Azel, kata 'masukkan' lebih mudah dipahami dari pada 'menabung'. 😀.
(Posting : fb)
Komentar