Main di Rumah
Akhir pekan ini, sekolah meliburkan anak - anak. Karena ibu guru
akan mengadakan rapat. Dan seperti biasa, jauh hari sebelumnya, ibu guru
akan mengumumkan sesuatu yang tidak biasa ini. 😊.
"Anak - anak, besok kita libur, ya. Dua hari. Anak - anak main di rumah sama mas, mbak. Baik - baik, ya," aku memberitahu anak - anak pagi ini.
"Aku boleh main ke rumah Zuldan?" Tanya Afif pada salah satu ibu guru. Zuldan adalah teman mainnya di rumah.
"Boleh," jawab ibu guru.
"Boleh main di depan rumah?"
"Boleh dong."
"Kalau aku main ke luar rumah, boleh gak?"
O...o... sepertinya ada yang salah memaknai kalimat 'main di rumah'. 😊. Dan ibu guru pun menjelaskan secara khusus tentang makna 'main di rumah' pada Afif. 😀.
"Anak - anak, besok kita libur, ya. Dua hari. Anak - anak main di rumah sama mas, mbak. Baik - baik, ya," aku memberitahu anak - anak pagi ini.
"Aku boleh main ke rumah Zuldan?" Tanya Afif pada salah satu ibu guru. Zuldan adalah teman mainnya di rumah.
"Boleh," jawab ibu guru.
"Boleh main di depan rumah?"
"Boleh dong."
"Kalau aku main ke luar rumah, boleh gak?"
O...o... sepertinya ada yang salah memaknai kalimat 'main di rumah'. 😊. Dan ibu guru pun menjelaskan secara khusus tentang makna 'main di rumah' pada Afif. 😀.
(Posting : fb)
Komentar