Dalam Sepi
Pagi ini, Thifa datang ke sekolah tidak seperti biasanya. Terlihat asing. Melihat ke sana ke mari.
Biasanya ketika melihatku akan melambaikan tangan. Memberikan isyarat untuk dipeluk. Tapi, pagi ini tidak begitu.
Bila biasanya dia juga akan mengajak teman - teman bersalaman, pagi ini Thifa hanya memandangi mereka saja.
Memang sesungguhnya ada yang berbeda. Ditelinganya terpasang sebuah alat bantu dengar. Menurut sang mama, volume suara di alat bantu itu dibuat pada level terendah. Sebagai tahap awal pengenalan Thifa pada suara.
Namun karena selama ini Thifa berada dalam kesunyian, mungkin suara - suara yang tertangkap olehnya malah membuat 'bising'. Dan Thifa pun menjadi lebih pendiam.
Semangat Thifa!! Semoga perlahan kau bisa 'menikmati' beraneka ragam suara yang terdengar.
Biasanya ketika melihatku akan melambaikan tangan. Memberikan isyarat untuk dipeluk. Tapi, pagi ini tidak begitu.
Bila biasanya dia juga akan mengajak teman - teman bersalaman, pagi ini Thifa hanya memandangi mereka saja.
Memang sesungguhnya ada yang berbeda. Ditelinganya terpasang sebuah alat bantu dengar. Menurut sang mama, volume suara di alat bantu itu dibuat pada level terendah. Sebagai tahap awal pengenalan Thifa pada suara.
Namun karena selama ini Thifa berada dalam kesunyian, mungkin suara - suara yang tertangkap olehnya malah membuat 'bising'. Dan Thifa pun menjadi lebih pendiam.
Semangat Thifa!! Semoga perlahan kau bisa 'menikmati' beraneka ragam suara yang terdengar.
(Posting : fb)
Komentar