Coretan Gambar
Nathan sedang senang sekali menggambar. Hampir setiap saat dia
minta kertas dan crayon atau spidol. Walau masih berupa coretan garis
yang tak menentu, tapi dengan bangga dia akan menceritakan apa yang
digambarnya.
Pun pagi ini, ketika dia meminta kertas dan spidol pada ibu guru. Beberapa saat tak terdengar suaranya. Tampaknya di begitu asyik menggambar. Menuangkan imajinasinya dalam coretan - coretan garis yang bermakna.
Hingga kemudian.. Ketika aku melihat lantai penuh dengan coretan spidol....
"Nathan, kok lantainya yang dilukis?" Tanyaku. "Bukannya tadi sudah di kasih kertas," aku melanjutkan.
"Iya. Ini gambarku. Sudah penuh," ujar Nathan seraya membolak - balik kertas yang sudah penuh dengan coretan spidol.
Dan aku cuma bisa nyengir kuda seraya membersihkan 'lukisan' spidol hasil karya Nathan di lantai.
Nathan gak salah dong, ya. Ibu guru yang gak peka. Tidak segera memberinya kertas gambar lagi sebelum menggambari lantai sekolah.
.
Pun pagi ini, ketika dia meminta kertas dan spidol pada ibu guru. Beberapa saat tak terdengar suaranya. Tampaknya di begitu asyik menggambar. Menuangkan imajinasinya dalam coretan - coretan garis yang bermakna.
Hingga kemudian.. Ketika aku melihat lantai penuh dengan coretan spidol....
"Nathan, kok lantainya yang dilukis?" Tanyaku. "Bukannya tadi sudah di kasih kertas," aku melanjutkan.
"Iya. Ini gambarku. Sudah penuh," ujar Nathan seraya membolak - balik kertas yang sudah penuh dengan coretan spidol.
Dan aku cuma bisa nyengir kuda seraya membersihkan 'lukisan' spidol hasil karya Nathan di lantai.
Nathan gak salah dong, ya. Ibu guru yang gak peka. Tidak segera memberinya kertas gambar lagi sebelum menggambari lantai sekolah.
(Posting : fb)
Komentar