Monolog

Selain popok, barang lain yang 'dilarang keras' berada di sekolah adalah botol susu. 😊.

Jadi, saat di sekolah, ibu guru mengajarkan anak - anak untuk minum susu menggunakan gelas. Itu berarti mereka minum sambil duduk. Bukan sambil tiduran.

Dan... inilah cerita siang ini... (oya, ini masih juga tentang Azel. 😉)

Sebelum tidur, Azel terbiasa minum susu menggunakan botol sambil tiduran. Karena sudah melewati satu minggu masa adaptasi, maka ibu guru mulai 'menyapih'nya dari botol susu.

Rewel? Pastinya. Seperti siang ini. Dia menangis. Meminta ditelponkan mama. Tak henti meletakkan hanphone di telingaku. Tak jarang juga di depan wajahku. Karena dia meletakkannya sambil melihat kesana kemari. 😁.

"Azel, rebahan dulu," ajakku. "Kayak ibu, nih."

"Gak mau. Telpon mama, mbak Yayuk," pintanya.

"Iya. Tapi nanti. Sini tiduran di sebelah ibu," rayuku lagi.

Walau enggan, dia akhirnya mau juga tiduran di sanpingku.

"Mama mana, mbak Yayuk?" Tanya lagi.

"Eh, Zel. Jangan panggil 'mbak' dong. Panggil ibu ajah. Kalau Azel panggil mbak, kesannya ibu, tuh muda banget," iseng aku meminta pada Azel. Mengabaikan pertanyaannya.

"Dulu pernah ada juga, tuh yang panggil ibu cuma Yayuk ajah. Kayak temen gitu. Namanya Fino," aku masih bermonolog. Azel memandangiku. Sepertinya dia 'pusing' dengan monologku. 😁.

"Ada lagi, tuh yang panggil mbak. Khenzo. Dia susah banget kalau manggil ibu. Jadi manggilnya 'mbak Yayuk'. Jadinya kalau sama Khenzo, ibu tuh kayak kakak adek gitu, Zel," aku masih bercerita sendiri.

Saat kupalingkan wajah, ternyata Azel sudah tertidur.

Jadi, selain membacakan cerita, mendongeng, ternyata monolog curhat pun bisa digunakan untuk meninabobokkan anak - anak. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer