Mbak Yayuk

Ini.. masih tentang Azel.. 😊.

Pagi hari, Azel datang diantar mama. Dari dalam kelas sudah terdengar suara tangisnya. Aku keluar untuk menyambutnya.

"Ibu akan menunggui dulu atau Azel langsung saya ambil?" Tanyaku.

"Langsung saja, Bu. Gak papa," sahut beliau.

Maka terjadilah perpindahan tangan. Azel kuambil dari gendongan sang mama. Tidak memberontak lagi. Ini pertanda dia sudah mulai percaya padaku. Tangisnya masih terdengar. Namun tidak lagi sehisteris hari - hari sebelumnya. Itu pertanda baik. Azel hanya belum menemukan kenyamanan yang 'pas' saat di sekolah. 😊.

Dan seperti biasanya..

"Hape mana? Telpon mama," pintanya dalam tangis. Hanya beberapa detik saja setelah sang mama berlalu.

Kali ini, aku benar - benar sedang memegang handphone, sehingga dramanya menjadi satu babak. 😀.

Aku berpura - pura menelepon beberapa saat. Kemudian kembali asyik dengan pekerjaanku. Suara tangis Azel yang duduk di sebelahku, masih terdengar. Hingga kemudian.....

"Mbak Yayuk, telpon mama," pintanya.

Lha? Setelah dek Khenzo, ada lagi yang panggil 'mbak? Maka..

"Iya dek Azel. Sebentar, ya. Mbak Yayuk lagi repot," jawabku. Bercanda.

Dan dek Azel setia menunggu kerjaanku selesai. 😁

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer