Ganteng
Bersama anak - anak, tentu saja tidak boleh monoton. Harus selalu
ada yang baru. Agar mereka jadi semangat terus. Dan ingin kembali
bermain di sekolah.
.
Seperti ini...
Di pagi hari yang cerah,
"Ada yang mau ibu peluk?" Sebuah tawaran aku ajukan pada anak - anak. Tawaran yang biasa aku berikan.
Tak ada satupun yang menerima tawaran 'menarik' ini. Anak - anak tetap asyik bermain.
Maka...
"Siapa yang ganteng? Ayo peluk ibu," ujarku seraya mengembangkan kedua tangan.
Apa yang terjadi?
Para mas ganteng yang masuk hari ini, antri satu persatu untuk kupeluk. Dengan sabar mereka menanti giliran. Sebagai pembuktian bahwa mereka ganteng.
Dan aku pun memeluk mereka satu persatu sambil tertawa geli. Padahal, ya. Tanpa dipeluk bu Yayuk pun, mereka sudah ganteng dari sananya.
.
Seperti ini...
Di pagi hari yang cerah,
"Ada yang mau ibu peluk?" Sebuah tawaran aku ajukan pada anak - anak. Tawaran yang biasa aku berikan.
Tak ada satupun yang menerima tawaran 'menarik' ini. Anak - anak tetap asyik bermain.
Maka...
"Siapa yang ganteng? Ayo peluk ibu," ujarku seraya mengembangkan kedua tangan.
Apa yang terjadi?
Para mas ganteng yang masuk hari ini, antri satu persatu untuk kupeluk. Dengan sabar mereka menanti giliran. Sebagai pembuktian bahwa mereka ganteng.
Dan aku pun memeluk mereka satu persatu sambil tertawa geli. Padahal, ya. Tanpa dipeluk bu Yayuk pun, mereka sudah ganteng dari sananya.
(Posting : fb)
Komentar