Berlatih

Nathan jatuh terpleset!! Suara tangis kesakitannya memecah pagi yang masih sepi di sekolah. Ibu guru segera memeriksa seluruh tubuhnya. Untuk memastikan tidak ada luka serius yang dialami Nathan.

"Ceritanya gimana, Bu?" Tanyaku pada salah satu ibu guru.

Selalu seperti itu. Ketika ada kejadian 'luar biasa' yang menimpa anak - anak, maka aku selalu bertanya tentang detail kejadiannya. Karena aku akan menyampaikan kepada orang tua sebagai pertanggungjawaban sekolah atas anak yang dititipkan di Amalia.

Berdasarkan pengalaman, cerita detail yang disampaikan di awal pemberitahuan beserta laporan tindakan yang sudah diberikan, membuat orang tua lebih tenang dan tidak khawatir yang berlebihan.

"Tadi Nathan mencari Bu Yayuk ke belakang. Karena gak ada, pas balik lagi, dia lewat lantai yang masih licin. Saya bilang, 'jangan lari', Nathannya malah lari. Trus jatuh terpleset," panjang lebar ibu guru menjelaskan.

"Mungkin sebaiknya lain kali bilang, 'jalan'. Bukan 'jangan lari'," saranku pada ibu guru. "Karena kata terakhir yang di dengar anak, itu yang dilakukannya," tambahku.

Bersama anak - anak, tak dapat dipungkiri bahwa ibu guru harus pandai memilih dan memilah kata yang tepat untuk disampaikan pada mereka. Agar lebih mudah dipahami dan memperkecil kemungkinan anak salah memahami kata yang dimaksud.

Agak repot memang. Tapi dengan terus berlatih, ibu guru akan jadi terbiasa. Dan secara otomatis, pilihan kata yang pas itu akan keluar dengan sendirinya. 😊.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer