Terkunci

Nathan sudah bisa melakukan BAB atau BAK di kamar mandi. Dia tidak perlu lagi diingatkan. Karena bisa minta diantar atau ke kamar mandi sendiri dengan pengawasan ibu guru.

Seperti juga pagi ini, ketika dia ingin BAK dan memintaku mengantarnya ke kamar mandi.

"Nathan pakai celananya, ya. Sekarang gantian ibu yang ke kamar mandi," ujarku setelah Nathan usai BAK.

Dan aku pun masuk ke kamar mandi. Tak lama kemudian, aku mendengar suara berisik di depan pintu kamar mandi. Seperti suara pintu yang dikunci.

"Bu Yayuk, pintunya dikunci, ya," teriak Nathan dari luar.

Ha? Lha kok?

"Kalau dikunci, ibu gak bisa keluar dong," gantian aku yang bicara dari dalam seraya mencoba menggerak - gerakkan pintu yang terkunci.

Beberapa saat hening.

"Than, pintunya dibuka dong. Khan aneh ada ibu guru terkunci di kamar mandi," aku berkata lagi.

Tak berapa lama, terdengar suara kunci yang dibuka. Dan ketika aku keluar, wajah penuh senyum milik Nathan menyambutku.

Hadegh!.. Gak lagi - lagi meninggalkan Nathan di luar. Kapok!!

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer