Tega
Menjadi kebiasaanku ketika anak - anak bermain di sentra balok, aku
akan meminta mereka untu menceritakan bangunan yang sudah dibangun.
Semacam 'presentasi' hasil karya di hadapan kamera.
. Seperti juga kemarin pagi...
"Temen - temen, ada yang mau cerita sama ibu gak?" Tanyaku pada anak - anak di kelas 4 - 5 tahun. Aku biasa menyapa anak - anak dengan panggilan 'teman'. Biar berasa muda terus.
.
Sedetik berlalu, tak ada yang menerima tawaranku. Maka aku pun mengulanginya lagi, "Ada yang mau cerita gak, ya? Ayo dong cerita."
Anak - anak hanya melihat sekilas padaku, kemudian asyik dengan mainannya lagi.
"Bu Yayuk dicuekin, ya?" Seloroh ibu guru kelas 4 - 5. "Sakitnya dimana - mana, tuh," tambah beliau seraya tertawa lebar.
Kalian, mah tega, Nak.
.
Semacam 'presentasi' hasil karya di hadapan kamera.
"Temen - temen, ada yang mau cerita sama ibu gak?" Tanyaku pada anak - anak di kelas 4 - 5 tahun. Aku biasa menyapa anak - anak dengan panggilan 'teman'. Biar berasa muda terus.
Sedetik berlalu, tak ada yang menerima tawaranku. Maka aku pun mengulanginya lagi, "Ada yang mau cerita gak, ya? Ayo dong cerita."
Anak - anak hanya melihat sekilas padaku, kemudian asyik dengan mainannya lagi.
"Bu Yayuk dicuekin, ya?" Seloroh ibu guru kelas 4 - 5. "Sakitnya dimana - mana, tuh," tambah beliau seraya tertawa lebar.
Kalian, mah tega, Nak.
(Posting : fb)
Komentar