Otak - Otak
Salah satu adik ibu, datang dari Lampung. Sebagaimana juga ibu,
maka beliau, yang kupanggil 'bulek' juga pandai memasak. 'Keahlian' yang
beliau bawa bila datang berkunjung adalah membuat pempek. Seperti juga
kali ini.."Yay, kita bikin otak - otak," ujar beliau sore ini.
Dan mulailah proses menyiapkan bahan dan tak lupa resepnya. Karena bulek punya 2 resep, maka kami akan mencoba kedua resep tersebut.
Maka, inilah cerita keseruan kami saat membuat otak - otak dengan resep dari 'mbah google'. 😁.......
"Airnya tambah lagi ajah," ujar beliau memberi perintah. Saat itu, kami tengah mencoba resep yang pertama.
"Lha? Kata resepnya segitu, bul," ujarku.
"Ditambahin ajah. Kayaknya masih belum pas."
Aku kembali menambahkan air. Seraya berkata, "Ntar kalau nyoba sendiri resepnya, saya bingung lho, bul. Takarannya berubah tiba - tiba." Dan kami tertawa berderai.
Kemudian setelah selesai resep pertama, kami beralih ke resep kedua. Dan ini lebih seru lagi.
"Masukkan ketumbar, Yay," perintah beliau.
Dan tanganku sudah bersiap menuang setengah sendok teh ketumbar ke dalam adonan. Tapi apa yang terjadi?
"Eh, ntar dulu. Kok ketumbar, sih? Aneh. Nanti rasanya kayak apa? Ganti pakai merica ajah, Yay," beliau membahas sendiri kemudian memutuskan.
"Jadi, diganti nih bumbunya?" Aku mencoba meyakinkan.
"Iya. Ganti pakai merica ajah."
Maka, aku beralih mengambil merica dan memasukkan ke adonan sesuai dengan perintah bulek.
"Baru sekali ini, lho bul. Saya bikin masakan, resepnya diganti sendiri," selorohku sambil tertawa geli.
Namun, proses pembuatan terus saja berjalan. Dan ketika sudah matang, hasilnya yang di dapat adalah... keasinan!! Karena bulek tadi salah membaca resep ukuran garamnya. 😜.
(Terima kasih bul Prap untuk pengalaman memasak yang luar biasa hari ini. 😉)
(Posting : fb)
Komentar