Jatuh

Jadi begini...

Setiap pagi, ketika akan mulai belajar di sentra masing - masing, anak - anak diminta untuk meletakkan alas kakinya di rak yang sudah disediakan.

Selain milik sendiri, anak - anak juga 'berlomba - lomba' untuk terlebih dahulu memasukkan alas kaki milik ibu guru.

Dan menjadi 'kebanggaan' tersendiri bila mereka mendapat ucapan 'terima kasih' dari ibu guru.

Itu sebabnya, untuk urusan meletakkan alas kaki ibu guru ini, bisa terjadi 'pertumpahan darah' demi memperebutkan sepasang alas kaki. 😊.

Dan inilah ceritanya...

Pagi ini, ibu guru meminta tambahan bahan ajar padaku. Karenanya, aku perlu untuk memperbanyaknya di ruang photocopy.

Di saat bersamaan, anak - anak diminta untuk membawa alas kakinya ke dalam.

Nathan yang membawakan sepatuku, bermaksud untuk 'lapor' padaku. Karena sudah membawakan sepatu.

"Bu Yayuk, sepatunya aku bawa masuk," ujarnya seraya mencariku.

"Bu Yayuk sedang di dalam, Than," salah satu ibu guru memberitahu. "Taruh ajah di rak," perintah beliau.

Nathan mengabaikan perintah ini. Dia malah berlari ke belakang untuk menemuiku.

Semua akan berlangsung 'normal' seandainya... 

Nathan berjalan saja dan tidak berlari. Serta lantai di halaman belakang tidak basah lantaran semalam hujan turun di kota kami.

Namun... tidak seperti itu yang terjadi...

Nathan berlari untuk menemuiku dan terjatuh karena lantai yang basah. Dan suara tangisnya pun memecah pagi yang masih sepi di sekolah. 😭.

(Posting : fb)




Komentar

Postingan Populer