Tongkat Bintang

Aku sering sekali menjadi 'kompor' yang hobi 'ngompori'. Entah ini kebiasaan bagus atau jelek. 😊.

Yang kulakukan adalah melemparkan sebuah ide. Kemudian 'menghilang' dan membiarkan orang lain 'mengeksekusi' ide tersebut.

Semacam 'lempar batu sembunyi tangan' gitu. 😜.

Seperti pagi ini..

Seusai anak - anak berjalan - jalan di sekitar lingkungan sekolah, mereka mulai asyik dengan mainan masing - masing.

Sambil mengamati mereka bermain, aku mencoba untuk mengambil gambar kegiatan anak - anak.

Tapi... kok gak asyik, ya kalau cuma mengambil gambar saja. Aku perlu mereka bercerita tentang apa yang mereka buat dari mainan pilihannya itu.

Maka, mulailah pikiran 'kompor' itu keluar..

"Anak - anak, ibu mau kasih tantangan buat kalian. Ibu minta kalian bentuk bangunan sekolah Amalia menggunakan mainan pilihan masing - masing. Setelah itu, ceritakan apa yang kalian bentuk. Waktunya 15 menit, ya. Dan hadiahnya nanti adalah bintang dari Bu Dina," aku memberi pengumuman pada anak - anak.

"Lho? Bu Yayuk ngasih kerjaan, nih," protes Bu Dina.


Aku cuma nyengir. Karena aku tahu banget, ibu guru punya banyak stok bintang yang biasa diberikan pada anak - anak sebagai hadiah atas suatu keberhasilan.

Dan, selagi anak - anak mulai menjawab tantanganku, ibu guru lainnya menyiapkan bintang - bintang sebagai hadiahnya.

Sama seperti anak - anak, ibu guru juga tertantang untuk membuat sesuatu yang berbeda sebagai hadiah kali ini.

Diakhir tantangan ini, para pemenangnya tidak hanya mendapat sebuah bintang biasa. Tapi sebuah tongkat bintang dan medali bintang.

Kadang, ibu guru juga perlu di'kompori' agar dapat memberikan hadiah yang berbeda untuk anak - anak. 😁.

(Posting : fb)



Komentar

Postingan Populer