Tidak Sepakat

Diberi tugas untuk menjadi penghubung antara sekolah dan wali murid, membuat aku harus siap dihubungi kapan saja. 😊.

Tak jarang menjelang tidur malam, ada pesan masuk dari ortu yang curhat tentang anaknya. Maka, kantuk pun ditunda dulu.

Lain waktu, tengah bersantai di rumah, ada pertanyaan ortu yang memerlukan jawaban segera. Yang membuat aku harus sejenak meninggalkan waktu bersantai. Karena harus berkoordinasi dulu dengan ibu guru sebelum memberikan jawaban.

Dan yang lebih sering adalah ortu yang meminta bantuan sesuatu untuk anaknya. Seperti agar tidak lagi minum susu pakai botol. Berani tidur sendiri. Membereskan mainannya kembali. Dan hal - hal 'kecil' yang seperti biasanya dilakukan di sekolah.

Menurut ortu, kalau ibu guru yang menyampaikan, anak - anak lebih percaya. Padahal yang disampaikan adalah hal yang sama seperti telah disampaikan oleh ortu pada mereka. .

Biasanya, keesokan harinya aku akan mensosialisasikan pada ibu guru tentang permintaan bantuan tersebut. Dan ibu guru pun mulai 'mendoktrin' anak sesuai dengan 'pesanan' ortu. .

Tapi diantara semua permintaan bantuan dari ortu, mungkin permintaan ini saja yang membuat aku 'naik darah'. .

Malam hari, sebuah pesan masuk ke ponselku. Dari salah satu wali murid.

"Bu Yayuk..minta tolong untuk ajarin anak saya, untuk bilang jika mau BAB. Soalnya tiap BAB itu harus dipaksa.. dan itupun tidak mau ngaku.. Sebenarnya sih saya tahu jika dia itu sudah kebelet. Tapi dia itu kalau di tanya tetep gak ngaku.. atau gak mau BAB."

Sepertinya si ortu menginginkan si anak untuk menjawab jujur bahwa dia kebelet baru kemudian diajak ke kamar mandi.

Sementara aku menyarankan sebaliknya. Ajak si anak ke kamar mandi dulu. Sambil nanti diajak bicara, apa yang harus dilakukan bila pengen BAB.

Dan untuk pertama kalinya, aku tidak mencapai kata sepakat dengan wali murid. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer