Per Badan
Pagi hari yang mulai cerah, Nathan datang diantar sang mama.
"Kenapa keningnya, Than?" Tanyaku saat menyambutnya. Terlihat ada luka goresan di kening sebelah kanan.
"Itu loncat - loncat di kasur, bu. Main sama Fathir. Trus tabrakan. Kening Nathan kena giginya Fathir," jelas sang mama panjang lebar.
Nathan dan Fathir rumahnya berdekatan. Jadi, selain temanan di sekolah, mereka juga berteman di rumah. 😊.
"Itu senangnya loncat - loncat. Kayaknya Nathan itu punya per di badannya. Kapan - kapan mau saya lepas ajah pernya. Biar gak loncat - loncat lagi," gurau sang mama.
Aku yang mendengar gurauannya jadi tertawa geli. Membayangkan Nathan seperti mainan yang ada pernya. Si mama ada - ada ajah. 😂.
"Kenapa keningnya, Than?" Tanyaku saat menyambutnya. Terlihat ada luka goresan di kening sebelah kanan.
"Itu loncat - loncat di kasur, bu. Main sama Fathir. Trus tabrakan. Kening Nathan kena giginya Fathir," jelas sang mama panjang lebar.
Nathan dan Fathir rumahnya berdekatan. Jadi, selain temanan di sekolah, mereka juga berteman di rumah. 😊.
"Itu senangnya loncat - loncat. Kayaknya Nathan itu punya per di badannya. Kapan - kapan mau saya lepas ajah pernya. Biar gak loncat - loncat lagi," gurau sang mama.
Aku yang mendengar gurauannya jadi tertawa geli. Membayangkan Nathan seperti mainan yang ada pernya. Si mama ada - ada ajah. 😂.
(Posting : fb)
Komentar