Menara

Pagi hari yang sedikit mendung, anak - anak sudah mulai belajar di sentra masing - masing. Sesuai dengan kelompok usianya.

Seperti biasa, aku mengabadikan kegiatan mereka satu persatu.

"Bu Yayuk, ini menaraku," panggil Afif saat aku tengah mengabadikan kegiatan belajar Khalisa dan Khenzo.

Aku pun datang menghampirinya.

"Mana ronceannya?" Tanyaku pada Afif.

"Aku bikin menara," jawabnya.

"Menara?" Aku bertanya heran. "Spon atinya gak di ronce?"

Seingatku, petunjuk yang diberikan oleh ibu guru sebelum anak - anak memulai sentra adalah bermain roncean spon ati. Sebuah permainan yang terbuat dari busa spon ati. Dengan beragam bentuk geometri dan beraneka warna.

"Aku gak meronce. Aku bikin menara. Tinggi," Afif menjawab seraya memamerkan tumpukan busa spon ati berbentuk elips.

O... ok lah. Apapun yang kalian inginkan, deh. 😊.

Bermain dengan anak - anak memang tidak boleh dengan peraturan yang kaku. Sering sekali terjadi, perintahnya A tapi kenyataannya menjadi B. Itu yang membuat kegiatan bermain bersama mereka menjadi seru dan menyenangkan. Karena sering sekali tak terduga. 😁.

Komentar

Postingan Populer