Megaloman

Mendampingi ibu dan bapak minum obat setiap hari adalah pengalaman seru yang bernuansa campur baur.

Kadang tertawa geli, kadang juga ngerasa 'ajaib'. 😊. Lantaran ada banyak hal tak terduga.

Ibu dan bapak sangat berbeda dalam hal minum obat.

Setiap hari aku harus menyiapkan obat bapak untuk satu hari. Diberikan dalam wadah kecil sesuai dengan waktu minum obatnya. Bila tidak begitu, bapak bingung menentukan obat mana yang harus diminum.

Itu sebabnya, setiap pagi sebelum berangkat sekolah, aku harus pastikan obat bapak sudah siap di meja. Sesekali ketika di sekolah, aku menelpon bapak untuk memastikan obat yang disiapkan sudah diminum sesuai jadwalnya.

(Sesekali, ya.. karena tak jarang keribetan bersama anak - anak, membuat aku lupa. 😊.)

Sedangkan ibu, sangat mandiri. Beliau sangat patuh dengan aturan minum obat yang diberikan dokter. Aku hanya sesekali saja mengingatkan. Selebihnya, ibu sudah mengingat sendiri jadwal minum obatnya.

Tapi, ibu kadang lupa juga dengan nama obatnya, sehingga harus menanyakan padaku.

Seperti ini..

"Dek, obat ibu yang megaloman mana?" Tanya ibu suatu hari.

Ha? Megaloman? Kok kayak nama tokoh jagoan jaman kecil dulu.

"Bukan megaloman, bu," jawabku tertawa geli seraya menyebutkan nama obat yang dimaksud ibu.

Kebayang khan kalau ibu makan obat megaloman? Ntar bisa jadi jagoan. 😂.

Komentar

Postingan Populer