Mas Ganteng
Pagi
hari sebelum anak - anak mulai belajar, ibu guru akan meminta mereka
untuk meletakkan sepatu atau sandalnya di rak yang sudah di sediakan.
Begitu juga pagi ini...
"Fathirku, sandalnya dimasukkan. Taruh di rak, ya," aku memberi perintah pada Fathir.
Menggunakan akhirnya 'ku' karena mengikuti kebiasaan Nathan dan Afif yang selalu memanggilnya dengan 'Fathirku'.
.
Fathir yang tengah main pasang bongkar tampak tak mengacuhkan panggilanku. Dia tetap asyik bermain.
Begitu juga pagi ini...
"Fathirku, sandalnya dimasukkan. Taruh di rak, ya," aku memberi perintah pada Fathir.
Menggunakan akhirnya 'ku' karena mengikuti kebiasaan Nathan dan Afif yang selalu memanggilnya dengan 'Fathirku'.
Fathir yang tengah main pasang bongkar tampak tak mengacuhkan panggilanku. Dia tetap asyik bermain.
"Fathirku, sandalnya bawa masuk dulu," aku mengulangi.
Kali ini dia hanya memandangiku. Tak beranjak dari tempat duduknya.
Hadegh.. Bu Yayuk sukses dicuekin.
.
"Bu Yayuk salah manggilnya," ujar ibu guru. "Coba kalau kayak gini. Mas ganteng, sandalnya taruh di rak, ya," panggil ibu guru pada Fathir.
Tanpa menunggu lama, Fathir segera mengambil sepatu dan meletakkannya di rak.
Sementara aku dan ibu guru saling pandang seraya tersenyum lebar. Menahan tawa.
Penting, ya untuk menyebutkan gelar 'ganteng' nya. Agar Fathir mau melakukan apa yang diperintahkan.
.
Kali ini dia hanya memandangiku. Tak beranjak dari tempat duduknya.
Hadegh.. Bu Yayuk sukses dicuekin.
"Bu Yayuk salah manggilnya," ujar ibu guru. "Coba kalau kayak gini. Mas ganteng, sandalnya taruh di rak, ya," panggil ibu guru pada Fathir.
Tanpa menunggu lama, Fathir segera mengambil sepatu dan meletakkannya di rak.
Sementara aku dan ibu guru saling pandang seraya tersenyum lebar. Menahan tawa.
Penting, ya untuk menyebutkan gelar 'ganteng' nya. Agar Fathir mau melakukan apa yang diperintahkan.
(Posting : fb)
Komentar