Sakit Gigi

Karena ada masalah dengan tambalan di gigi, maka untuk kedua kalinya dalam minggu ini aku bertemu dengan dokter gigi.

Sejujurnya, aku paling malas bila harus periksa gigi. Padahal pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali sangat dianjurkan. Tapi, mendengar suara alat - alat yang berdesing dan rasa dingin dari alat tersebut saat menyentuh dinding mulut, membuat 'ngilu' di hati. 😊.

Itu sebabnya, aku baru datang ke dokter gigi ketika ada masalah. Sehingga tidak cukup hanya datang sekali saja, tapi harus kembali datang untuk proses pengobatan dan perawatannya.

Sebenarnya, gak masalah kalau dokternya seperti dokter ibu dan bapak. Yang muda, cantik dan tampan serta ramah. 😄.

Karena pak dokter yang biasa kukunjungi ini adalah dokter yang 'berwajah muram'. Beliau jarang tersenyum. Berbicara seperlunya. Nadanya pun terdengar 'malas'. Membuat gigi semakin terasa sakit. 😢.

Dan pagi ini ketika menemui beliau untuk kontrol, pertanyaan yang kuterima adalah, "Kemarin setelah saya beri obat, terasa sakit, bu?"

"Alhamdulillah gak sakit, dok," jawabku.

"Gak sakit? Seharusnya obat untuk mematikan syaraf itu membuat sakit," ujar dokter.

Welah.. kok aneh..

"Harusnya sakit? Trus gimana, dok?" Tanyaku bingung.

"Ya sudah kalau gak sakit," jawabnya santai.

Hadegh... dokter kok aneh banget siiihh? 😀.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer