Masuk Angin
Pagi hari, anak - anak di kelas 3 - 4 tahun belajar di sentra persiapan.
Salah satu permainan yang disiapkan ibu guru adalah menggunting. Kali
ini menggunting dengan mengikuti garis lurus.
Setelah selesai digunting, ibu guru meminta anak - anak untuk menempelkannya di sehelai kertas.
"Bu, sudah," ujar Hafiz seraya menunjukkan kertas yang sudah ditempelin hasil guntingannya.
"Oya. Sini ibu beri nama dulu," kata ibu guru.
Tapi apa yang terjadi?
"Kertasnya masuk angin, bu," teriak Hafiz sambil memegang erat hasil karyanya.
"Ha? Masuk angin gimana, Fiz?" Tanya ibu guru keheranan.
"Ini. Kertasnya masuk angin," ujar Hafiz lagi seraya menunjukkan kertas yang terlepas dari tangannya.
Oalah.... kena angin, Nak.
.
Kalau masuk angin, kertasnya kudu kerokan dong.
Setelah selesai digunting, ibu guru meminta anak - anak untuk menempelkannya di sehelai kertas.
"Bu, sudah," ujar Hafiz seraya menunjukkan kertas yang sudah ditempelin hasil guntingannya.
"Oya. Sini ibu beri nama dulu," kata ibu guru.
Tapi apa yang terjadi?
"Kertasnya masuk angin, bu," teriak Hafiz sambil memegang erat hasil karyanya.
"Ha? Masuk angin gimana, Fiz?" Tanya ibu guru keheranan.
"Ini. Kertasnya masuk angin," ujar Hafiz lagi seraya menunjukkan kertas yang terlepas dari tangannya.
Oalah.... kena angin, Nak.
Kalau masuk angin, kertasnya kudu kerokan dong.
(Posting : fb)
Komentar