Lambaian Tangan
Pagi hari...."Kok Tirta menangis? Ada apa, bu?" Tanyaku pada salah satu ibu guru.
Saat itu, aku melihat Tirta menangis sesenggukan seraya memegangi puzzle mainannya.
"Tadi belum dadah sama ayah di jendela," jelas ibu guru.
O..o..
Melambaikan tangan di jendela sekolah saat pagi hari adalah kegiatan rutin anak - anak. Mereka akan melepas kepergian orang tuanya dengan dadah melalui satu - satunya jendela sekolah yang menghadap ke jalan kecil.
Terkesan sepele sekali. Hanya melambaikan tangan sebagai salam perpisahan. Tapi bagi anak - anak di sekolah, itu menjadi semacam 'ritual' yang harus dilakukan.
"Tirta sedih?" Tanyaku pada Tirta.
Dia mengangguk sambil masih meneteskan air mata.
"Tirta mau ibu peluk?"
Tanpa menjawab, Tirta sudah menghambur ke pelukanku. Memelukku erat sekali. Menangis di pundakku. Hingga beberapa saat lamanya.
Ketika dia sudah terlihat tenang, aku pun bertanya padanya, "Tirta masih ingin menangis?"
Dia menggelengkan kepala.
"Masih mau dipeluk?"
Tirta menggeleng lagi dan perlahan melepaskan pelukannya.
Beberapa waktu berlalu, salah satu anak ganteng ini sudah mulai bermain dengan temannya lagi. 😊.
(Posting : fb)
Komentar