Adik Besar

Ini cerita tentang adik besar.... Anak laki - laki satu - satunya di keluarga ini...

Si bungsu ini lahir hanya beberapa hari menjelang usiaku 14 tahun. Jarak usia yang begitu jauh diantara kami, membuatku diberi tanggung jawab untuk turut menjaganya, saat ibu sedang repot.

Salah satunya dengan menyuapinya setiap sore. Jadi, setelah dia mandi dan harum, aku sudah siap dengan kain selendang dan semangkok nasi tim.

Kugendong dia dan kuajak berkeliling komplek. Satu hal yang di kemudian hari aku tahu bahwa itu sangat tidak dianjurkan. Karena ada banyak kotoran, debu yang hinggap dimakanan. 😊.

Seraya menyuapinya, aku akan bercerita. Apa saja. Sesekali kubuatkan pesawat, mobil, kereta dari sendok yang melayang - layang sebelum makanan masuk ke mulutnya. 😀.

Aku tidak boleh berhenti bercerita. Karena bila itu terjadi, dia akan menangis, meronta - ronta yang membuat makanan menjadi tumpah. Bikin repot!!..

Jadi, setidaknya selama 30-an menit aku harus terus bercerita. Berbicara apa saja. Bahkan yang gak penting sekali pun. 😁. Intinya, asal dia mau makan dan aku bisa kembali nonton tv.

Waktu berjalan, bertahun kemudian, ketika aku banyak bicara, dia akan bilang, "Mbak cerewet banget!"

Hadegh!!.. Andai dulu sudah ada ponsel kamera, akan kurekam saat - saat aku menyuapinya. Yang gak boleh berhenti bicara itu. 😂.

___________________________

Selamat ulang tahun, adik besar Yanuar Triastodi... Semoga dikaruniai umur panjang. Usia yang barokah. Sehat dan bahagia dalam lindunganNya. Sukses selalu. Satu lagi... kurusin badannya, ya.. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer