Pa Yah
Kadang, tapi tak jarang, sering juga....😊, ibu guru bertanya pada anak - anak tentang hal yang sama. Berulang pada waktu yang berbeda.
Mengapa?
Karena jawabannya bisa berubah - ubah. Dan tak jarang jawaban itu membuat tertawa.
Seperti ini....
"Fathir nanti dijemput siapa?" Tanya ibu guru menjelang tidur siang.
Jadi, sebelum tidur, setelah dibacakan buku, ibu guru mengajak anak berbincang sejenak menjelang mata terpejam.
Perbincangan ini bisa diisi dengan nasehat - nasehat baik. Karena ibu guru membiasakan untuk memberikan pengalaman baik sebelum si anak tertidur. Agar terbawa dalam tidur. Gak bikin mimpi buruk. 😊. Begitu kata salah satu ibu guru.
"Dijemput ayah," jawab Fathir.
"Lho? Kok ayah? Bukan papa?"
"Papa ayah," Fathir meralat.
"Banyak banget panggilannya?" Tanya ibu guru.
"Bisa dipersingkat kok, bu," sahut ibu guru yang lain.
"Disingkat apa?" Tanyaku penasaran.
"Payah," jawab beliau seraya berbisik.
Ha? 😁.
Bener, sih singkatannya. Tapi kalau dipanggil seperti itu, bisa dikenai pasal 'perbuatan tidak menyenangkan'. 😜.
Mengapa?
Karena jawabannya bisa berubah - ubah. Dan tak jarang jawaban itu membuat tertawa.
Seperti ini....
"Fathir nanti dijemput siapa?" Tanya ibu guru menjelang tidur siang.
Jadi, sebelum tidur, setelah dibacakan buku, ibu guru mengajak anak berbincang sejenak menjelang mata terpejam.
Perbincangan ini bisa diisi dengan nasehat - nasehat baik. Karena ibu guru membiasakan untuk memberikan pengalaman baik sebelum si anak tertidur. Agar terbawa dalam tidur. Gak bikin mimpi buruk. 😊. Begitu kata salah satu ibu guru.
"Dijemput ayah," jawab Fathir.
"Lho? Kok ayah? Bukan papa?"
"Papa ayah," Fathir meralat.
"Banyak banget panggilannya?" Tanya ibu guru.
"Bisa dipersingkat kok, bu," sahut ibu guru yang lain.
"Disingkat apa?" Tanyaku penasaran.
"Payah," jawab beliau seraya berbisik.
Ha? 😁.
Bener, sih singkatannya. Tapi kalau dipanggil seperti itu, bisa dikenai pasal 'perbuatan tidak menyenangkan'. 😜.
Komentar