Cerewet

Sejak bapak dan ibu memiliki 'jadwal khusus' untuk temu kangen dengan dokter, maka aku dan mbak berbagi tugas. Mbak yang waktu kerjanya lebih fleksibel, mendapat tugas mengantarkan bapak dan ibu kontrol setiap bulan. Sedangkan aku, bertugas untuk mengatur jadwal kontrolnya. Menyesuaikan antara kerjaan mbak, surat kontrol dan jumlah obat yang masih tersedia.

Selain itu, aku juga harus tahu apa saja obat bapak dan ibu. Kapan harus meminumnya. Juga berapa dosisnya. Singkatnya, aku bagian 'farmasi', mbak di bagian wara - wiri. 😀.

Karena dibagian itu pula, maka setiap kali selesai bertemu dokter, aku selalu bertanya pada mbak, "Tadi dokter bilang apa?"

Dan jawaban mbak seringnya begini, "Standar."

Aku paling sebel dengan jawaban ini. Walau aku tahu maksudnya 'semua baik - baik saja'. 😊.
Karena bila aku yang kebetulan harus mengantar bapak dan ibu, sebelum ditanya, aku sudah memberikan 'laporan' panjang di grup WA.

Aku menyukai sesuatu yang detail. Yang membuat orang lain tidak perlu bertanya lagi. Karena penjelasannya sudah 'amat sangat lengkap sekali'. 😉. Bahkan yang gak ada hubungannya dengan penyakit bapak dan ibu. Seperti 'perawatnya galak banget' atau 'itu si mas lelet banget, sih'. 😊.

Sementara mbak dan adekku sangat praktis. Kalau memang gak ada yang 'darurat', maka jawaban 'standar' itu sudah mencakup semuanya. Begitu 'standar'nya hingga terkesan 'pasrah'.

Seperti ini..

"Dek, Urolognya kasih obat satu lagi," mbak memberitahuku di suatu hari, sepulang mengantar bapak dari rumah sakit.

"Obat apa?" Tanyaku.

"Itu ada di meja. Lihat ajah," jawab mbak sambil menunjuk meja bundar di ruang makan.

Aku segera ke ruang makan dan melihat obat yang dimaksud.
"Lha? Ini khan memang obat rutin bapak, mbak. Sudah 2 bulan ini," aku memberitahukan.

"Oya? Mana mbak tahu. Dokternya, tuh yang lupa," jawab mbak santai.

Halah... setelah kemarin nyalahin kondektur bis. Sekarang giliran dokternya yang salah. 😩.

Maka, mulailah aku 'membuka kuliah umum'. Mulai 'seharusnya mbak tahu dong obat bapak apa ajah' sampai 'besok lagi nanyanya yang detail'.

Hingga akhirnya mbak menutup kuliah ini dengan 'cerewet banget, sih', dan berlalu dari hadapanku.
Sebenarnya, dia sudah tahu dari dulu kalau adeknya cerewet. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer