Bahagia
Dulu,
ketika masih kecil, aku sering sekali memainkan permainan ini. Di sana,
disebuah tempat di pedalaman Sumatera, kami menamainya 'cak engkleng'.
Atau sekarang aku mengenalnya dengan 'engklek'.
Aku biasa memainkannya dengan teman - teman saat jam istirahat sekolah. Atau siang hari, ketika waktu seharusnya tidur siang, tapi mencuri - curi keluar kamar untuk main.
Dulu, aku hanya sekedar memainkan permainan ini dan bersenang - senang saja. Tapi ternyata, permainan ini mengajarkan banyak hal.
Mengajari melompat satu kaki dan dua kaki. Belajar keseimbangan. Melatih untuk sabar. Antri. Karena harus menunggu giliran bermain. Permainan ini juga mengajarkan menerima kekalahan dan tidak sombong dengan kemenangan. Dan masih banyak lagi.
Itu sebabnya, ibu guru mengenalkan permaian engklek ini pada anak - anak. Agar tidak berulang kali membuat pola untuk bermain, maka dibuatlah pola permainan engklek di ruang kelas. Dengan menggunakan lakban. Sehingga kapan saja anak - anak akan bermain, bisa dilakukan.
Mengapa begitu banyak dibuat pola engkleknya? Karena itu untuk mewakili kenangan masa kecilnya ibu guru.
Jadilah anak senang. Ibu guru juga bahagia dengan kenangan. Semua bisa tertawa riang. Karena bahagia itu sederhana.
http://
http://
http://

Komentar