Nama Lengkap
Aku biasa memanggil anak - anak dengan nama lengkap mereka. Hampir
setiap saat. Tak heran bila kemudian anak - anak pun hafal dengan nama
panjang temannya. Dan ikutan memanggil dengan nama panjang itu.
Tapi tak jarang kejadiannya seperti ini....
Siang hari, waktunya ganti baju sebelum tidur. Aku mulai memanggil anak - anak satu persatu. Untuk berganti baju.
"Muhammad Tsaqib Rosyidin," aku memanggil Tsaqib.
Semenit berlalu. Tsaqib tak hadir di hadapanku. Maka aku pun mengulangi panggilannya. Hingga yang ketiga kalinya...
"Muhammad Tsaqib Rosyidin mana, ya? Temen - temen ada yang tahu Tsaqib gak?" aku pura - pura bertanya pada anak - anak lainnya.
"Rosyidin.. Rosyidin," kompak Afif dan Nathan 'membantu'ku memanggil Tsaqib.
"Eh... maaf..maaf," aku buru - buru memotong perkataan Afif dan Nathan.
Tapi tak jarang kejadiannya seperti ini....
Siang hari, waktunya ganti baju sebelum tidur. Aku mulai memanggil anak - anak satu persatu. Untuk berganti baju.
"Muhammad Tsaqib Rosyidin," aku memanggil Tsaqib.
Semenit berlalu. Tsaqib tak hadir di hadapanku. Maka aku pun mengulangi panggilannya. Hingga yang ketiga kalinya...
"Muhammad Tsaqib Rosyidin mana, ya? Temen - temen ada yang tahu Tsaqib gak?" aku pura - pura bertanya pada anak - anak lainnya.
"Rosyidin.. Rosyidin," kompak Afif dan Nathan 'membantu'ku memanggil Tsaqib.
"Eh... maaf..maaf," aku buru - buru memotong perkataan Afif dan Nathan.
Harus seperti itu. Karena kalau tidak, yang datang justru ayahnya. Karena nama belakang Tsaqib adalah nama ayahnya.
(Posting : fb)
Komentar