Minyak Kayu Putih
Hujan yang turun terus menerus selama beberapa hari ini, membuat
aku harus punya 'benteng' yang kuat. Agar tetap bisa terus beraktivitas
tanpa menyalahkan hujan yang turun.
.
Seperti pagi ini. Hujan turun dari semalam. Hingga pagi menjelang, hujan tetap setia membasahi. Saat harus ke sekolah, hujan semakin deras. Tak ayal, walau sudah memakai jas hujan, tetap saja ada bagian baju yang basah.
.
Selain itu, hawa dingin pun menyertai. Sehingga tubuh perlu bantuan penghangat selain segelas teh hangat yang sudah tersedia.
Aku mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan ke tangan dan kaki.
Afif yang melihatku, menunjukkan wajah keheranannya. Tidak berkata. Tapi tatapan matanya seakan bertanya, "Bu Yayuk kok pake minyak kayu putih?"
Maka, sebelum dia bertanya beneran, aku sudah menjelaskan terlebih dahulu.
Seperti pagi ini. Hujan turun dari semalam. Hingga pagi menjelang, hujan tetap setia membasahi. Saat harus ke sekolah, hujan semakin deras. Tak ayal, walau sudah memakai jas hujan, tetap saja ada bagian baju yang basah.
Selain itu, hawa dingin pun menyertai. Sehingga tubuh perlu bantuan penghangat selain segelas teh hangat yang sudah tersedia.
Aku mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan ke tangan dan kaki.
Afif yang melihatku, menunjukkan wajah keheranannya. Tidak berkata. Tapi tatapan matanya seakan bertanya, "Bu Yayuk kok pake minyak kayu putih?"
Maka, sebelum dia bertanya beneran, aku sudah menjelaskan terlebih dahulu.
"Ibu kedinginan, Fif. Pake minyak kayu putih biar badannya anget," kataku. "Kayak Afif, ya?" Lanjutku bertanya.
Afif hanya tersenyum. Tidak menjawab.
Usia gak bisa bohong, ya?
(Posting : fb)
Komentar