Mimpi Buruk
Setelah beberapa kali berlaku 'curang' saat membaca novel S. Mara Gd,
terpikir olehku untuk kembali 'tertib'. Memulai membaca dari halaman
depan sampai akhir. ☺.
Dan seperti biasanya, aku membaca buku sebagai pengantar tidur. Tak
jarang, buku yang tadinya terpegang erat, tiba - tiba sudah terlepas
karena aku keburu terlena. Sebelum menuntaskan isi bukunya.
Yang terjadi, cerita dalam buku, terbawa dalam mimpi. Aku 'melanjutkannya' dengan ikut terlibat mencari pembunuh yang sebenarnya. Seakan aku membantu Kapten Kosasih dan Gozali menuntaskan kasus, menemukan pembunuhnya.
Sebuah mimpi yang pastinya tidak mengenakkan. Penuh ketegangan. Membuat tidur tidak berkualitas. 😁.
Akhirnya aku memutuskan untuk kembali lagi saja berbuat 'curang'. Membaca 2 bab terakhir, baru kemudian kembali ke halaman pertama. Daripada harus dihantui terus menerus oleh rasa penasaran akibat belum diketahui siapa pembunuhnya. 😀. Dan membuat tidurku jadi tidak berkualitas. 😜.
(Posting : fb)
Akhirnya aku memutuskan untuk kembali lagi saja berbuat 'curang'. Membaca 2 bab terakhir, baru kemudian kembali ke halaman pertama. Daripada harus dihantui terus menerus oleh rasa penasaran akibat belum diketahui siapa pembunuhnya. 😀. Dan membuat tidurku jadi tidak berkualitas. 😜.
(Posting : fb)
Komentar