Bom Bom Car

Di sekolah, anak - anak dibiasakan untuk mengutarakan keinginannya. Mengeluarkan pendapat atas seuatu. Menyuarakan apa yang ada dibenaknya.

Tak heran, bila kemudian sering sekali terjadi perdebatan - perdebatan seru dan sengit untuk mempertahankan sebuah pendapat. 

Walau tak jarang juga, menjadi sebuah perdebatan dengan 'pak kusir'. Karena masing - masing ngotot ajah dengan pendapatnya. 😀.

Seperti ini...

"Bu Menik, kemarin aku ke sekaten," Khalisa mengawali ceritanya.

Saat ini, di kota kami sedang berlangsung acara sekaten di Alun - alun. Beberapa orang tua sering mengajak sang anak untuk mengunjungi Sekaten. Karena di sana ada banyak wahana permaianan. Juga orang - orang yang berjualan.

"Oya? Sama siapa ke sekatennya?" Tanya ibu guru.

"Sama ayah. Sama kakak," jawab Khalisa. "Aku main bom - bom car di sekaten," lanjutnya.

"Bom - bom car itu adanya di Alun - alun," tiba - tiba Afif sudah 'nyamber' ajah. 😊.

"Gak. Aku naik bom - bom car di sekaten!" Galak banget Khalisa menjawabnya.

"Di alun - alun, ya bu," Afif meminta bantuan ibu guru. .

Dan untuk beberapa saat, keduanya berdebat tentang dimanakah bom - bom car itu berada... 😂. Hingga akhirnya ibu guru turun tangan. Menjelaskan pada keduanya bahwa sekaten diadakan di Alun - Alun. Sehingga bom - bom carnya pun berada di tempat yang sama. 😀

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer